Surabaya – SD Luqman Al Hakim Surabaya menerima kunjungan studi banding dari SD Integral Luqman Al-Hakim Lumajang pada Rabu–Kamis, 2–3 September 2026. Kegiatan yang diikuti sembilan pendidik dan tenaga kependidikan. Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah, berbagi praktik baik, serta saling belajar dalam pengembangan pendidikan Islam. Kunjungan ini secara khusus diarahkan untuk menggali pengalaman mengenai tata kelola lembaga, budaya sekolah Islami, pengembangan kurikulum, pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan, hingga sistem penjaminan mutu pendidikan.
Berbagi Praktik Baik untuk Penguatan Pendidikan Islam
Kunjungan studi banding ini merupakan bagian dari ikhtiar SD Integral Luqman Al-Hakim Lumajang untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan secara berkelanjutan. Sekolah memandang studi banding sebagai salah satu strategi untuk memperoleh wawasan, inspirasi, dan praktik-praktik terbaik dari lembaga pendidikan yang memiliki sistem pengelolaan yang baik. SD Luqman Al Hakim Surabaya dipilih sebagai salah satu tempat belajar karena berada di lingkungan Kampus Utama Hidayatullah Surabaya yang menerapkan pendidikan berbasis tauhid, pembinaan karakter, budaya sekolah Islami, dan sistem manajemen yang terintegrasi.
Kepala SD Luqman Al Hakim Surabaya, Ust. Syamsul Alam Jaga, S.Sos.I., S.Pd., M.I.Kom., Gr., menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, studi banding tidak semestinya dimaknai sebagai kegiatan untuk membandingkan satu sekolah dengan sekolah lainnya, tetapi menjadi ruang untuk saling belajar dan menguatkan.
Baca juga: SD Luqman Al Hakim Surabaya Terima Kunjungan Studi Banding Al Fath Kaltim
“Kami menyambut baik kunjungan ini sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Setiap lembaga tentu memiliki pengalaman dan praktik baik yang bisa dibagikan. Harapannya, pertemuan ini menjadi ruang untuk saling belajar dan memperkuat ukhuwah. Sehingga membawa pulang gagasan-gagasan yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah,” ujar Ust. Syamsul.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai aspek pengelolaan pendidikan menjadi bahan pembahasan dan pertukaran pengalaman. Materi studi banding mencakup sistem kepemimpinan dan tata kelola lembaga, pengembangan kurikulum, manajemen pembelajaran. Materi lainnya: budaya sekolah Islami, pembinaan karakter dan adab peserta didik, pengembangan sumber daya manusia, sistem penjaminan mutu, pengelolaan sarana dan prasarana, serta kemitraan dengan orang tua dan masyarakat.

Studi Banding dari SD Integral Luqman Al-Hakim Lumajang, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Islam
Menguatkan Sinergi dan Rencana Tindak Lanjut
Pimpinan rombongan SD Integral Luqman Al-Hakim Lumajang, Wasito, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut diharapkan memberikan pengalaman yang dapat diterapkan untuk pengembangan lembaganya. Ia menilai kegiatan studi banding menjadi sarana penting untuk melihat secara langsung praktik pengelolaan pendidikan. Sekaligus membangun komunikasi dengan sesama lembaga pendidikan di lingkungan Hidayatullah.
“Kami berharap kunjungan ini tidak berhenti pada bertambahnya wawasan, tetapi dapat menjadi inspirasi untuk melakukan perbaikan di lembaga kami. Banyak hal yang ingin kami pelajari, terutama bagaimana membangun budaya sekolah Islam yang unggul melalui penguatan manajemen, karakter, dan mutu pendidikan,” ungkap Wasito.
Baca juga: Terima Kunjungan Silaturahim dan Studi Tiru dari Yayasan El-Haq Sidoarjo
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring dan kolaborasi antar-lembaga pendidikan di lingkungan Hidayatullah. Melalui interaksi langsung, peserta memperoleh informasi mengenai sistem yang diterapkan di SD Luqman Al Hakim Surabaya. Selain itu, peserta memiliki kesempatan untuk bertukar pengalaman mengenai tantangan dan peluang dalam penyelenggaraan pendidikan Islam.
Melalui studi banding ini, SD Integral Luqman Al-Hakim Lumajang menargetkan adanya dokumentasi praktik-praktik terbaik. Serta rekomendasi pengembangan lembaga, serta implementasi hasil kunjungan dalam program peningkatan mutu sekolah. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan menjadi proses belajar yang berkelanjutan, bukan sekadar kunjungan sesaat.