SURABAYA — SD Luqman Al Hakim Surabaya terus menguatkan pendidikan karakter melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pada September 2026, sekolah menggelar dua kegiatan yang mengajak siswa membangun kepedulian, yakni AKSI (Small Actions, Big Changes) untuk siswa kelas 4 dan Polisi Adab Teladan Rasulullah untuk siswa kelas 5. Kedua kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bahwa kebiasaan sederhana, kepedulian terhadap lingkungan, serta sikap peduli kepada sesama merupakan bagian penting dari pembentukan karakter.
AKSI, Mengajarkan Kepedulian dari Hal Sederhana
Pesan “Small Actions, Big Changes” atau Aksi kecil hari ini, perubahan besar untuk masa depan menjadi semangat dalam kegiatan AKSI yang diikuti siswa kelas 4 SD Luqman Al Hakim Surabaya pada Rabu, 16 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.15 hingga 09.40 WIB tersebut dikemas dalam bentuk kampanye kebersihan. Siswa diajak menyampaikan pesan dan membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Kampanye tersebut tidak hanya ditujukan untuk siswa kelas 4 sebagai peserta kegiatan. Mereka juga diarahkan untuk menyampaikan pesan kebersihan kepada siswa lainnya. Dengan cara ini, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tumbuh sebagai kebiasaan bersama, bukan sekadar aktivitas sesaat.
Baca juga: Tahsinul Quran Ma’a Syeikh, Ikhtiar Cetak Generasi Qur’ani
Selain kampanye kebersihan, siswa kelas 4 juga mengikuti pemilihan Duta Kebersihan. Program tersebut memberikan ruang kepada siswa untuk mengambil peran sebagai teladan dalam menjaga kebersihan dan mengajak teman-temannya melakukan hal serupa.
Kepala SD Luqman Al Hakim Surabaya, Ust. Syamsul Alam Jaga, mengatakan pendidikan karakter perlu dibangun melalui pengalaman yang nyata dan dekat dengan keseharian anak.
“Anak-anak perlu belajar bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, dan mengingatkan teman dengan cara yang baik merupakan aksi sederhana yang jika dilakukan bersama-sama dapat memberikan perubahan besar,” ujar Ust. Syamsul.
Menurutnya, kegiatan seperti AKSI juga melatih siswa untuk berani mengambil peran dan menjadi teladan di lingkungan sekolah.

Peduli Lingkungan hingga Kepedulian Sosial Melalui Aksi Bersih dan Polisi Adab
Polisi Adab, Meneladani Akhlak Rasulullah
Pada jenjang kelas 5, pendidikan karakter dikembangkan melalui kegiatan Polisi Adab Teladan Rasulullah dengan fokus pada kepedulian sosial. Kegiatan yang dilaksanakan pada September 2026 tersebut bertujuan menguatkan budi pekerti dan keteladanan siswa sekaligus menumbuhkan karakter peduli terhadap sesama.
Istilah Polisi Adab dalam kegiatan ini menjadi pendekatan pendidikan yang mengajak siswa memahami pentingnya menjaga perilaku dan membangun kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Nilai keteladanan Rasulullah menjadi pijakan agar kepedulian sosial tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat diwujudkan melalui sikap.
Waka Kesiswaan SD Luqman Al Hakim Surabaya, Ustzh. Kunainah, S.Pd., mengatakan pembentukan karakter membutuhkan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten.
“Anak-anak perlu memiliki kepekaan terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Melalui kegiatan Polisi Adab, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjadi pribadi yang baik bukan hanya tentang bagaimana bersikap kepada diri sendiri, tetapi juga bagaimana peduli, membantu, dan menghargai orang lain,” ujar Ustzh. Kunainah.
Baca juga: Studi Banding dari SD Integral Luqman Al-Hakim Lumajang, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Islam
Ia menambahkan, keteladanan Rasulullah dapat menjadi inspirasi bagi siswa dalam membangun perilaku sehari-hari. Kepedulian sosial dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti memperhatikan teman, membantu ketika membutuhkan, menjaga adab dalam berinteraksi, dan membangun kebiasaan saling menghormati.
Kepala sekolah menilai dua kegiatan tersebut memiliki pesan yang saling menguatkan. Jika kegiatan AKSI mengajak siswa peduli terhadap lingkungan melalui tindakan sederhana, Polisi Adab mendorong mereka memperluas kepedulian kepada sesama.
“Harapan kami, kegiatan-kegiatan ini tidak berhenti ketika acara selesai. Nilai yang dipelajari harus terbawa dalam keseharian anak, sehingga kepedulian menjadi karakter dan bukan hanya kegiatan sekolah,” kata Ust. Syamsul.
Melalui kegiatan yang sederhana namun dekat dengan kehidupan siswa, SD Luqman Al Hakim Surabaya terus berupaya menghadirkan pendidikan karakter yang dapat dirasakan dalam perilaku nyata. Dari menjaga kebersihan hingga peduli kepada sesama, siswa diajak memahami bahwa setiap kebaikan kecil memiliki arti bagi lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.