Home » Ketika Allah Menghadirkan Palestina di Ruang Pendidikan Kita

Ketika Allah Menghadirkan Palestina di Ruang Pendidikan Kita

by admin
Ketika Allah Menghadirkan Palestina di Ruang Pendidikan Kita

Oleh: Ust. Danang Muslim, S.Pd.I – Tenaga Kependidikan SD Luqman Al Hakim Surabaya

Kehadiran siswa-siswa dari Palestina untuk melanjutkan pendidikan di SD Luqman Al Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya menjadi sebuah momentum yang mengajak kita berhenti sejenak dan merenungkan kembali makna pendidikan, ukhuwah Islamiyah, dan kepedulian terhadap Palestina. Di tengah keterbatasan untuk hadir langsung di tanah Palestina, Allah SWT menghadirkan sebagian dari mereka ke tengah kehidupan kita. Mungkin ini bukan sekadar tentang menerima peserta didik baru, melainkan sebuah kesempatan bersama untuk menghadirkan rasa aman, menumbuhkan harapan, dan menerjemahkan kecintaan kepada Palestina dalam bentuk kepedulian yang nyata.

Ketika Ukhuwah Hadir di Ruang Pendidikan

Palestina telah lama menjadi bagian dari perhatian umat Islam di berbagai penjuru dunia. Kita melihat penderitaan yang dialami masyarakat Palestina, terutama anak-anak, dan hati kita pun tergerak. Kita berdoa, menyampaikan kepedulian, serta berharap dapat membantu, meskipun kemampuan setiap orang tentu berbeda.

Di tengah keterbatasan itu, kehadiran anak-anak Palestina di lingkungan SD Luqman Al Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya terasa seperti sebuah pertemuan yang patut kita renungkan bersama. Ketika kita belum mampu hadir langsung di Palestina, Allah SWT menghadirkan sebagian dari saudara-saudara kita ke tengah kehidupan kita.

Baca juga: Pengelolaan Sekolah Berbasis Syukur

Allah Swt telah berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Ayat ini membuat kita kembali menyadari bahwa ukhuwah bukan sekadar gagasan. Ia dapat hadir dalam perjumpaan, kepedulian, pendidikan, dan kebersamaan. Karena itu, kehadiran anak-anak Palestina mungkin dapat kita lihat sebagai ruang kecil untuk menghadirkan makna persaudaraan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika Allah Menghadirkan Palestina di Ruang Pendidikan Kita

Ketika Allah Menghadirkan Palestina di Ruang Pendidikan Kita

Dari Kepedulian Menjadi Amanah Bersama

Kita mungkin pernah bertanya, “Apa yang bisa kita lakukan untuk Palestina?” Tidak semua dari kita mampu datang langsung ke sana. Tidak semua memiliki kemampuan untuk memberikan bantuan dalam jumlah besar. Namun, ketika Allah menghadirkan anak-anak Palestina di tengah kita, mungkin ada bentuk kepedulian yang sedang dipercayakan kepada kita sesuai kemampuan masing-masing.

Menerima mereka dalam lingkungan pendidikan bukan berarti persoalan Palestina telah selesai. Perjuangan dan kepedulian tetap membutuhkan komitmen yang panjang: tidak melupakan, terus mendoakan, membantu sesuai kemampuan, dan menjaga kesadaran generasi agar Palestina tetap hadir dalam perhatian umat.

Baca juga: Jangan Takut Salah: Pentingnya Berani Bertanya di Kelas

Pada saat yang sama, pendidikan memberi ruang yang sangat berarti. Anak-anak Indonesia dan Palestina dapat belajar bersama, saling mengenal, dan tumbuh dalam lingkungan yang mengajarkan ilmu sekaligus kepedulian. Bagi keluarga besar sekolah, pengalaman ini juga menjadi kesempatan untuk melihat bahwa pendidikan tidak hanya berbicara tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang hati yang peka terhadap keadaan saudara.

Mungkin pada akhirnya kita tidak perlu merasa telah melakukan sesuatu yang besar. Cukup menyadari bahwa ketika Allah membuka sebuah jalan, kita sedang diberi kesempatan untuk mengambil bagian. Dan ketika Palestina hadir di tengah kita, semoga kehadiran itu menjadi pengingat bersama bahwa ukhuwah dapat dimulai dari sebuah perjumpaan, kepedulian dapat tumbuh dari kebersamaan, dan harapan dapat dijaga melalui pendidikan.

Leave a Comment