Home » Dua Siswa SD Luqman Al Hakim Surabaya Raih Juara 2 Scholastic Bowl 2026

Dua Siswa SD Luqman Al Hakim Surabaya Raih Juara 2 Scholastic Bowl 2026

by admin
Dua Siswa SD Luqman Al Hakim Surabaya Raih Juara 2 Scholastic Bowl 2026

SURABAYA — Dua siswa SD Luqman Al Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya, Mohammad Khalid Syauqiefillah dan Emil Abimana Rudini dari kelas 4D, meraih Juara 2 dalam ajang Scholastic Bowl Innovative English League 2026 Regional Kota Surabaya dan Sidoarjo. Kompetisi cerdas cermat berbahasa Inggris tersebut berlangsung di Ciputra World Mall Surabaya, Sabtu (17/10/2026). Prestasi ini menjadi bukti semangat siswa dalam mengembangkan kemampuan bahasa Inggris, memperluas wawasan, serta membangun kerja sama tim melalui kompetisi akademik.

Adu Wawasan dan Kecepatan Berpikir dalam Bahasa Inggris

Mohammad Khalid Syauqiefillah dan Emil Abimana Rudini membawa pulang prestasi membanggakan setelah meraih Juara 2 dalam Scholastic Bowl Innovative English League 2026 Regional Kota Surabaya dan Sidoarjo. Keduanya merupakan siswa kelas 4D SD Luqman Al Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya.

Kompetisi yang diselenggarakan Innovative Learning Center ini menjadi arena bagi para siswa untuk menguji pengetahuan umum, ketepatan menjawab pertanyaan, kecepatan berpikir, serta kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Tidak sekadar mengandalkan penguasaan kosakata, peserta juga dituntut memahami pertanyaan dengan cermat dan menentukan jawaban secara cepat.

Baca juga: Tiga Siswa SD Luqman Al Hakim Raih Medali PHI XXV 2026

Perlombaan berlangsung secara langsung dalam format Scholastic Bowl. Setiap tim beradu pengetahuan dan strategi untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Dalam suasana kompetitif tersebut, konsentrasi, keberanian mengambil keputusan, dan koordinasi antarpeserta menjadi bagian penting untuk meraih hasil terbaik.

Ajang regional yang berlangsung di Ciputra World Mall Surabaya pada Sabtu, 17 Oktober 2026, diikuti oleh tim-tim perwakilan sekolah dari wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Para peserta berkesempatan menunjukkan kemampuan akademik sekaligus mengasah keterampilan bahasa Inggris dalam suasana yang menantang.

Bagi Khalid dan Emil, raihan Juara 2 menjadi capaian yang patut disyukuri sekaligus motivasi untuk terus belajar. Prestasi tersebut juga menunjukkan bahwa proses pendidikan di sekolah dapat memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, dan berani tampil dalam kompetisi di luar lingkungan kelas.

Dua Siswa SD Luqman Al Hakim Surabaya Raih Juara 2 Scholastic Bowl 2026

Dua Siswa SD Luqman Al Hakim Surabaya Raih Juara 2 Scholastic Bowl 2026

Berprestasi sebagai Jalan Dakwah dan Pembentukan Karakter

Prestasi akademik bukan hanya tentang piala atau peringkat. Lebih dari itu, pengalaman mengikuti kompetisi dapat membentuk keberanian, kedisiplinan, ketekunan, dan kemampuan bekerja sama. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pendidikan yang berupaya menumbuhkan generasi berilmu sekaligus berkarakter.

Kepala SD Luqman Al Hakim Surabaya, Ust. Syamsul Alam Jaga, menegaskan bahwa sekolah memandang prestasi sebagai salah satu jalan untuk menghadirkan manfaat dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan. Prinsip tersebut sejalan dengan semangat sekolah, “Berprestasi adalah Jalan Dakwah Kami.”

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian Mohammad Khalid Syauqiefillah dan Emil Abimana Rudini yang berhasil meraih Juara 2 dalam Scholastic Bowl Innovative English League 2026. Bagi kami, berprestasi adalah jalan dakwah kami. Prestasi bukan semata-mata tentang memenangkan perlombaan, melainkan juga tentang menumbuhkan semangat belajar, membangun karakter, dan menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dapat hadir melalui ikhtiar terbaik di berbagai bidang,” ujar Ust. Syamsul Alam Jaga.

Baca juga: Dari Matematika hingga Tapak Suci, Siswa SD Luqman Al Hakim Torehkan Prestasi

Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting bagi siswa. Terutama untuk memperluas wawasan dan berinteraksi dengan dunia yang semakin terbuka. Karena itu, siswa perlu mendapatkan kesempatan untuk berlatih, mencoba tantangan baru, dan mengukur kemampuannya melalui kegiatan akademik yang positif.

Ia juga berharap capaian ini dapat menjadi penyemangat bagi siswa lain untuk terus mengembangkan potensi masing-masing. Setiap anak memiliki keunggulan yang berbeda, sehingga dukungan sekolah dan keluarga diperlukan agar potensi tersebut tumbuh secara optimal.

Keberhasilan Khalid dan Emil pun menjadi pengingat bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Pengalaman berkompetisi, keberanian menghadapi tantangan, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri merupakan bagian dari perjalanan membentuk generasi yang unggul dalam prestasi dan kuat dalam karakter.

Leave a Comment