Home » Islamic Day Scout, Cara SD Luqman Al Hakim Tanamkan Karakter Sejak Dini

Islamic Day Scout, Cara SD Luqman Al Hakim Tanamkan Karakter Sejak Dini

by admin
Islamic Day Scout, Cara SD Luqman Al Hakim Tanamkan Karakter Sejak Dini

SURABAYA — SD Luqman Al Hakim Surabaya menggelar Islamic Day Scout Kelas 1–2 sebagai bagian dari upaya membangun karakter peserta didik melalui pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan. Kegiatan dengan tema “Belajar, Berpetualang, Berkarakter dan Beradab” ini dilaksanakan dalam konsep One Day Scout pada Sabtu (19/9/2026), pukul 07.15–12.45 WIB, di lingkungan SD Luqman Al Hakim dan Pondok Pesantren Hidayatullah (PPH) Surabaya. Siswa diajak mengikuti aktivitas kepramukaan, permainan kelompok, petualangan sederhana, berkuda, kreativitas, serta pembiasaan adab dan nilai-nilai Islami.

Belajar Karakter Lewat Pengalaman Langsung

Islamic Day Scout dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan karakteristik siswa kelas 1 dan 2 sekolah dasar. Pada usia tersebut, pembentukan karakter dinilai lebih bermakna ketika anak tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mencoba, berinteraksi, dan menyelesaikan tantangan secara langsung.

Melalui kegiatan kepramukaan, siswa diperkenalkan pada sejumlah aktivitas dasar seperti ikrar pandu, baris-berbaris, yel-yel, dan permainan kelompok. Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk melatih disiplin, keberanian, tanggung jawab, kerja sama, kemandirian, hingga sportivitas.

Kegiatan juga menggunakan sistem pos dan rotasi kelompok. Siswa berpindah dari satu pos ke pos lainnya dengan pendampingan guru. Beberapa aktivitas yang disiapkan antara lain Yel-Yel & Estafet Hulahop, Estafet Bola Kertas/Jejpit Bola, Tangkap Belut, Berkuda, dan Playdough.

Baca juga: Gebyar Kreativitas Siswa Satukan Karya, Kepedulian, dan Ukhuwah

Kepala SD Luqman Al Hakim Surabaya, Ust. Syamsul Alam Jaga, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan yang tidak hanya mengejar capaian akademik.

“Anak-anak membutuhkan pengalaman belajar yang membuat mereka berani mencoba, bekerja sama, bertanggung jawab, dan belajar mengikuti aturan. Melalui Islamic Day Scout, nilai-nilai tersebut tidak hanya disampaikan sebagai teori, tetapi langsung dipraktikkan dalam kegiatan,” ujar Ust. Syamsul.

Menurutnya, kegiatan untuk siswa kelas rendah perlu dikemas dengan suasana yang menyenangkan agar proses pembentukan karakter dapat berlangsung secara alami. Pengalaman yang berkesan diharapkan menjadi bagian dari pembiasaan positif siswa di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Islamic Day Scout, Cara SD Luqman Al Hakim Tanamkan Karakter Sejak Dini

Islamic Day Scout, Cara SD Luqman Al Hakim Tanamkan Karakter Sejak Dini

Petualangan, Kreativitas, dan Adab Islami

Selain kegiatan kepramukaan dan permainan, Islamic Day Scout memberikan pengalaman yang lebih beragam melalui aktivitas berkuda dan playdough. Berkuda menjadi salah satu pengalaman yang dirancang untuk melatih keberanian, kepercayaan diri, kemandirian, dan tanggung jawab siswa dengan pendampingan.

Sementara itu, aktivitas playdough memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi dan berkreasi. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mengembangkan motorik halus serta ketelitian melalui aktivitas yang sesuai dengan usia peserta.

Di balik berbagai permainan tersebut, sekolah tetap menempatkan penguatan adab Islami sebagai bagian penting dari seluruh rangkaian kegiatan. Pembiasaan doa, sopan santun, saling menghargai, menjaga kebersihan, tertib mengikuti kegiatan, serta kesiapan melaksanakan ibadah menjadi nilai yang terus ditekankan.

Waka Kesiswaan SD Luqman Al Hakim Surabaya, Ustzh. Kunainah, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar anak dapat belajar melalui pengalaman yang menyenangkan tanpa kehilangan arah pembinaan karakter.

Baca juga: Family Gathering Kelas 2 Perkuat Sinergi Keluarga dan Sekolah

“Anak-anak belajar banyak hal ketika mereka bermain bersama. Mereka belajar menunggu giliran, mengikuti aturan, membantu teman, berani mencoba sesuatu yang baru, dan menerima hasil permainan dengan sportif. Di situlah karakter mereka sedang dibentuk,” ujar Ustzh. Kunainah.

Ia menambahkan, penguatan karakter tidak cukup dilakukan melalui nasihat. Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkannya dalam berbagai situasi.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah menciptakan pengalaman pendidikan yang positif dan berkesan. Keberhasilan kegiatan tidak hanya dilihat dari antusiasme siswa, tetapi juga dari kemampuan mereka mengikuti aturan, bekerja sama, menunjukkan keberanian, bersikap mandiri, menjaga sportivitas, serta menerapkan adab Islami.

Melalui konsep “Belajar, Berpetualang, Berkarakter dan Beradab”, Islamic Day Scout diharapkan menjadi pengalaman yang mempertemukan kegembiraan belajar dengan proses pembentukan karakter. Dari permainan sederhana hingga pengalaman berkuda, siswa diajak memahami bahwa belajar dapat berlangsung di banyak tempat dan melalui banyak cara.

Leave a Comment