SURABAYA — SDIT Luqman Al Hakim Balikpapan melakukan kunjungan silaturahmi dan studi banding ke SDIT Luqman Al Hakim Surabaya pada 12–13 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi guru, dengan fokus pada manajemen pembelajaran Al-Qur’an metode Al Hidayah, pengelolaan kurikulum, strategi promosi dan branding sekolah, serta pengelolaan kelas prestasi. Rombongan yang terdiri atas 10 peserta, yakni delapan ustazah dan dua ustaz, diharapkan memperoleh wawasan dan pengalaman praktis yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan sekolah di Balikpapan.
Memperkuat Pembelajaran Al-Qur’an dan Pengelolaan Kurikulum
Kunjungan studi banding menjadi kesempatan bagi kedua sekolah untuk saling berbagi pengalaman dalam mengembangkan pendidikan Islam yang bermutu. Bagi SDIT Luqman Al Hakim Balikpapan, agenda ini secara khusus diarahkan untuk mempelajari manajemen kelas pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Al Hidayah serta pengelolaan kurikulum sekolah dasar Islam.
Pembelajaran Al-Qur’an membutuhkan perencanaan yang terarah, pendampingan guru, dan pengelolaan kelas yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. Karena itu, pengalaman sekolah lain dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat praktik pembelajaran yang sudah berjalan sekaligus menemukan peluang perbaikan.
Selain pembelajaran Al-Qur’an, rombongan juga hendak mendalami pengelolaan kurikulum yang memadukan pembelajaran umum dengan pembelajaran Al Hidayah. Hal ini mencakup bagaimana program disusun, pelaksanaan pembelajaran dikelola, serta kegiatan pendidikan diarahkan agar berjalan selaras dengan tujuan sekolah.
Baca juga: Studi Banding dari SD Integral Luqman Al-Hakim Lumajang, Perkuat Kolaborasi Pendidikan Islam
Kepala SDIT Luqman Al Hakim Surabaya, Ust. Syamsul Alam Jaga, menyampaikan bahwa kunjungan antarsekolah merupakan ruang belajar bersama untuk memperkuat mutu pendidikan.
“Setiap sekolah memiliki pengalaman dan praktik baik yang dapat dibagikan. Kami berharap kunjungan ini menjadi kesempatan untuk saling belajar, bertukar gagasan, dan menemukan langkah-langkah yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya pendidikan Al-Qur’an dan pengelolaan kurikulum,” ujarnya.
Melalui pertemuan tersebut, kedua sekolah diharapkan dapat membangun komunikasi yang berkelanjutan. Hasil studi banding tidak berhenti sebagai catatan kunjungan, tetapi menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan program pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru di sekolah masing-masing.

SDIT Luqman Al Hakim Balikpapan Studi Banding ke Surabaya, Pelajari Pengelolaan Pendidikan
Mendalami Strategi Promosi dan Pengelolaan Kelas Prestasi
Selain bidang pembelajaran, studi banding ini juga mencakup strategi promosi, branding, dan pengelolaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan sekolah karena berkaitan dengan cara lembaga mengenalkan program pendidikan. Dan juga untuk membangun kepercayaan masyarakat, serta menyampaikan keunggulan layanan secara tepat.
Sekolah perlu memiliki komunikasi yang jelas mengenai visi, program unggulan, dan nilai pendidikan yang ditawarkan. Informasi tersebut tidak cukup hanya disampaikan melalui materi promosi, tetapi perlu ditopang oleh mutu layanan pendidikan dan pengalaman belajar yang dirasakan murid serta orang tua.
Rombongan SDIT Luqman Al Hakim Balikpapan juga berencana mempelajari pengelolaan kelas prestasi. Bidang ini dapat menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai perencanaan pembinaan murid dan pendampingan potensi. Selain itu, pengelolaan kegiatan belajar yang mendorong perkembangan kemampuan akademik. Praktik yang dipelajari selanjutnya dapat dipertimbangkan untuk diterapkan sesuai karakteristik dan kebutuhan sekolah.
Baca juga: SD Luqman Al Hakim Surabaya Terima Kunjungan Studi Banding Al Fath Kaltim
Ketua Yayasan Hidayatullah Karang Bugis, Abdul Malik Najamuddin, M.Pd., dalam draf pernyataan , menekankan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan.
“Kami berharap silaturahmi dan studi banding ini memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sekolah. Pertukaran pengalaman antarlembaga dapat membuka wawasan, memperkuat kerja sama, dan menjadi bahan untuk menyusun program yang lebih baik. Yang terpenting, setiap upaya pengembangan tetap berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan generasi,” tuturnya.
Kunjungan yang melibatkan 10 pendidik tersebut diharapkan menghasilkan gagasan yang dapat ditindaklanjuti setelah rombongan kembali ke Balikpapan. Penguatan pembelajaran Al-Qur’an, pengelolaan kurikulum, strategi promosi, dan pembinaan kelas prestasi. Empat fokus yang dapat dikaji lebih lanjut untuk mendukung peningkatan mutu SDIT Luqman Al Hakim Balikpapan.