Oleh: Ust. Heri Murtomo, M.Pd – Pengajar SD Luqman Al Hakim Surabaya
Membentuk Karakter Positif di Awal Masuk Sekolah. Awal masuk sekolah adalah momen penting bagi siswa, orang tua, dan guru. Ini adalah waktu yang sangat berharga karena merupakan awal dari kegiatan sekolah yang dapat memotivasi siswa dalam belajar. Kenyamanan dan kebahagiaan siswa dalam belajar di sekolah sangat dipengaruhi oleh kegiatan awal masuk sekolah. Momen ini adalah kesempatan bagi sekolah untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan, memotivasi, dan membantu mengembangkan kepribadian siswa.
Pada awal masuk sekolah, ada berbagai kegiatan yang dilakukan untuk mengenalkan program sekolah, tata kelola, sarana dan prasarana, cara belajar, konsep pengenalan diri, pembinaan budaya sekolah, serta pengembangan interaksi dan perilaku positif. Semua ini penting agar siswa dapat belajar dengan nyaman, senang, dan efektif. Selain itu, kegiatan ini membantu mengenali potensi diri siswa, mempercepat adaptasi dengan lingkungan sekolah, dan mengembangkan interaksi serta perilaku positif.
Membangun Budaya dan Karakter Positif
Kegiatan awal masuk sekolah juga merupakan fondasi untuk membangun budaya dan karakter sekolah yang positif. Ini termasuk penanaman nilai keimanan dan ketauhidan, pengembangan keterampilan sosial, dan kematangan kognitif. Orang tua berharap bahwa sekolah dapat membantu anak-anak mereka menjadi individu yang baik dan beriman, terutama dalam menghadapi tantangan lingkungan, perubahan zaman, pergaulan tanpa batas, dan informasi media sosial yang tidak terfilter.
Baca juga: Membangun Generasi Strawberry yang Tangguh
Para orang tua sering merasa memiliki keterbatasan waktu, keterampilan, dan pengetahuan untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan keislaman. Oleh karena itu, mereka memilih sekolah yang dapat membentuk kepribadian anak-anak mereka menjadi lebih baik. Kegiatan awal masuk sekolah adalah cerminan bahwa lingkungan sekolah tersebut kondusif untuk mengembangkan kepribadian siswa.
Di SD Luqman Al Hakim Surabaya, kegiatan awal masuk sekolah dirancang dengan berbagai aktivitas yang meningkatkan keimanan, karakter positif, dan pengembangan potensi diri. Untuk menumbuhkan ketauhidan dan ibadah, siswa melakukan praktik ibadah seperti salat dhuha, murojaah, dan dzikir sebelum memulai pembelajaran. Meskipun hasilnya belum sempurna, yang lebih penting adalah penanaman ketauhidan, kebiasaan beribadah, dan disiplin yang dimulai sejak awal masuk sekolah.
Selain peningkatan ibadah, keterampilan sosial-emosional juga menjadi program utama di SD Luqman Al Hakim. Kegiatan ini mencakup kultum yang dilakukan oleh siswa secara bergantian, berinfaq, berkunjung ke kelas lain, dan kegiatan kemasyarakatan seperti memberikan bantuan kepada orang yang tidak mampu. Untuk memupuk tanggung jawab dan disiplin, sekolah juga menerapkan kontrak belajar antara guru dan siswa, sehingga siswa belajar untuk bertanggung jawab dan berani menanggung konsekuensi dari tindakannya.

Membentuk Karakter Positif di Awal Masuk Sekolah
Peran Penting Lingkungan Sekolah
Kegiatan awal masuk sekolah sangat penting bagi perkembangan spiritual dan psikologis siswa. Menurut Anggriani dan rekan-rekannya (2022), enam aspek dasar yang mempengaruhi perkembangan psikologis anak adalah ketauhidan dan moral, keterampilan berbahasa, kematangan emosional, pemaknaan positif, keterampilan motorik, dan kematangan kognitif.
Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk perilaku positif siswa, mengembangkan karakter, menanamkan nilai keimanan, dan mengembangkan keterampilan sosial, emosional, serta kematangan kognitif. Karena perannya yang sangat penting, kegiatan-kegiatan di sekolah harus bertujuan untuk mengembangkan kepribadian siswa agar siap menghadapi perubahan dan tantangan zaman. Menurut Gunadi (2017), lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak, dan pengaruh lingkungan sosial dapat berdampak baik atau buruk tergantung pada kondisi lingkungan tersebut.
Baca juga: 10 Cara Seru dan Bermanfaat Mengisi Liburan Anak
Lingkungan sekolah sebagai miniatur masyarakat dapat memberikan pengalaman bermakna bagi siswa dalam tumbuh kembang dan kematangan sosial-emosional-kognitif. Orang tua berharap bahwa sekolah dapat mencapai tujuan ini. Menurut Angraini dan rekan-rekannya (2023), lingkungan sekolah yang positif dan kondusif memberikan pengalaman akademik, sosial, keimanan, moral, kedisiplinan, dan guru yang memotivasi sehingga siswa semangat belajar.
Dengan demikian, lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam membangun perilaku positif siswa. Oleh karena itu, sekolah harus mampu membangun budaya yang mendukung perkembangan perilaku positif siswa.
Referensi:
Anggriani, F., Warisdiono, E., Miftahussururi, Siagian, N., Evridawati, B., Mardianto, A.(2022). Penguatan Transisi PAUD-SD. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi.
Gunadi, A. A. (2017). Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Imajinasi Anak. Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. 7, No. 2.
Talita Anggraini, T., Anisa Wulandari, A., Bella, A. H., Anggraini, T. W., Fetriasih, R. (2023). Dampak Lingkungan Sosial Terhadap Perkembangan Psikologi Anak. Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin. Vol 2 No 4 Juli 2023. 216-225