Oleh: Ustadzah Alfiah Hamida, S.T. – Koordinator Akademik SD Luqman Al Hakim Surabaya
Mengawali Tahun Ajaran Baru dengan Ilmu, Cinta, dan Doa. Tahun ajaran baru selalu menghadirkan semangat dan harapan baru. Setelah menikmati masa liburan, kini anak-anak kembali menapaki perjalanan belajar yang penuh pengalaman, tantangan, dan kesempatan untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Seragam yang telah dirapikan, buku-buku yang mulai ditata. Serta jadwal harian yang kembali disusun menjadi tanda dimulainya babak baru dalam perjalanan pendidikan mereka. Di balik semua persiapan itu, tersimpan harapan besar di hati setiap orang tua, guru, dan anak-anak sendiri. Semoga tahun ajaran yang baru ini menjadi jalan untuk menambah ilmu, memperkuat akhlak, dan mengantarkan mereka menuju masa depan yang penuh keberkahan.
Tahun Ajaran Baru, Semangat dan Harapan Baru
Bagi anak-anak, tahun ajaran baru adalah kesempatan untuk bertemu kembali dengan guru dan teman-teman, mempelajari hal-hal baru, serta mengembangkan kemampuan yang Allah anugerahkan kepada mereka. Bagi orang tua, tahun ajaran baru menjadi momentum untuk kembali menguatkan peran sebagai pendamping utama dalam perjalanan pendidikan anak. Sementara bagi sekolah, tahun ajaran baru merupakan amanah untuk membersamai setiap anak dalam proses belajar, bertumbuh, dan menemukan potensi terbaik yang telah Allah titipkan kepada mereka.
Islam memberikan kita pemahaman bahwa pendidikan bukan hanya tentang kecerdasan akademik. Pendidikan adalah proses membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, keberhasilan seorang anak tidak hanya diukur dari nilai yang tertulis di rapor, tetapi juga dari bagaimana ia belajar bertanggung jawab, menghormati orang lain, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta semakin dekat kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mujadalah ayat 11: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
Baca juga: Bersama Mengawali Langkah: Sinergi Orang Tua dan Sekolah untuk Anak
Ayat ini mengingatkan kita bahwa menuntut ilmu merupakan bagian dari ibadah. Setiap langkah anak menuju sekolah, setiap usaha memahami pelajaran, dan setiap kesungguhan dalam belajar memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT apabila dilakukan dengan niat yang benar.
Memasuki tahun ajaran baru, penting bagi kita untuk membantu anak menata niat belajar karena Allah dan membiasakan perilaku positif seperti disiplin, mandiri, menjaga salat, serta bertanggung jawab. Kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten akan menjadi bekal berharga bagi kehidupan mereka di masa depan.
Perjalanan belajar tentu tidak selalu mudah. Ketika anak menghadapi kesulitan atau kegagalan, mereka membutuhkan dukungan dan pendampingan dari orang tua. Rumah hendaknya menjadi tempat yang nyaman untuk bercerita dan bertumbuh. Dengan kasih sayang, perhatian, dan dukungan yang tepat, anak akan belajar bahwa setiap tantangan adalah bagian dari proses untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih baik.
Di sinilah peran kita sebagai orang tua menjadi sangat penting. Rumah hendaknya menjadi tempat yang membuat anak merasa aman untuk bercerita, mengungkapkan kesulitan, dan mencari dukungan. Tidak semua masalah anak harus langsung diselesaikan dengan nasihat yang panjang. Terkadang, yang mereka butuhkan hanyalah didengarkan dengan penuh perhatian dan dipahami dengan kasih sayang.

Mengawali Tahun Ajaran Baru dengan Ilmu, Cinta, dan Doa
Peran Sekolah: Menjadi Mitra dalam Tumbuh Kembang Anak
Setelah memahami pentingnya peran keluarga dalam pendidikan, kita juga perlu melihat bagaimana sekolah menjadi mitra yang membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Sekolah bukan sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan. Tetapi juga rumah kedua yang membantu anak mengenal diri, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Meski demikian, pendidikan yang sesungguhnya tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Sekolah memang memiliki peran penting dalam mendidik anak, tetapi orang tua tetap menjadi pendidik pertama dan utama. Di tengah berbagai kesibukan, tuntutan pekerjaan, keterbatasan waktu, maupun tantangan lainnya, kehadiran orang tua tetap tidak dapat tergantikan.
Nilai-nilai kehidupan, karakter, kebiasaan baik, serta keimanan lebih banyak dibentuk melalui interaksi sehari-hari di rumah. Karena itu, sesibuk apa pun kondisi yang dihadapi, orang tua perlu tetap hadir dalam proses tumbuh kembang anak, memberikan perhatian, teladan, dan pendampingan yang konsisten.
Baca juga: Quran We Read, Good Deeds We Seed: Renungan untuk Menghantarkan Generasi Qur’ani
Oleh sebab itu, sekolah dan orang tua tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri. Ketika keduanya saling percaya, saling berkomunikasi, dan memiliki tujuan yang sama, anak akan merasakan dukungan yang utuh. Mereka tidak bingung dengan pesan yang berbeda antara rumah dan sekolah, melainkan mendapatkan lingkungan yang konsisten dalam menanamkan nilai, disiplin, dan semangat belajar.
Kolaborasi yang Menguatkan
Pendidikan terbaik lahir ketika anak, orang tua, dan sekolah berjalan bersama. Anak belajar dengan sungguh-sungguh, orang tua mendampingi dengan kasih sayang, dan sekolah membimbing dengan ilmu serta keteladanan. Kolaborasi ini bukan tentang mencari pihak yang harus disalahkan ketika muncul masalah. Melainkan tentang saling menguatkan untuk menemukan solusi terbaik bagi perkembangan anak. Keteladanan dari orang tua dan guru juga menjadi bagian penting dalam pendidikan. Ini karena anak lebih mudah meniru apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar.
Di atas semua ikhtiar tersebut, jangan pernah melupakan doa. Doa orang tua dan guru adalah hadiah terindah bagi anak-anak agar mereka dimudahkan dalam belajar, dijaga akhlaknya, dan tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah. Tahun ajaran baru bukanlah perlombaan untuk menjadi yang paling hebat, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran dan pendampingan. Setiap anak memiliki waktu tumbuh yang berbeda, sehingga tugas kita bukan memaksa mereka menjadi seperti orang lain, tetapi membantu mereka menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.
Selamat memasuki tahun ajaran baru. Mari melangkah bersama dengan ilmu, cinta, dan doa. Karena ketika anak, orang tua, dan sekolah berjalan seiring, insya Allah setiap proses belajar akan menjadi jalan menuju keberkahan dan ridha Allah SWT.