Home » Perkuat Profesionalisme Guru Lewat Pelatihan Al-Qur’an dan Pembelajaran STEM

Perkuat Profesionalisme Guru Lewat Pelatihan Al-Qur’an dan Pembelajaran STEM

by admin
Perkuat Profesionalisme Guru Lewat Pelatihan Al-Qur’an dan Pembelajaran STEM

SURABAYA — SD Luqman Al Hakim Surabaya terus mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru melalui pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Pelatihan profesional yang digelar Sabtu (26/9/2026) tersebut diikuti dua kelompok guru dengan materi berbeda. Guru Diniyah dan Al-Qur’an mendapatkan penguatan tentang “Pentingnya Guru dalam Pembelajaran” bersama Syaikh Muhammad Mahdi Al Yamani, sementara guru umum mengikuti materi “Mendesain Pembelajaran STEM yang Bermakna, Kreatif, dan Kontekstual” bersama Siti Fauziyah, S.Pd., CBHC, M.Si.

Guru Diniyah dan Al-Qur’an Perdalam Peran Pendidik

Pelatihan profesional bagi Guru Diniyah dan Al-Qur’an berlangsung di Ruang Kelas 1A pada pukul 08.30–11.00 WIB. Syaikh Muhammad Mahdi Al Yamani hadir sebagai pemateri dengan membawa tema “Pentingnya Guru dalam Pembelajaran”.

Materi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman guru mengenai peran pendidik dalam proses pembelajaran. Guru tidak hanya berhadapan dengan materi yang harus disampaikan, tetapi juga memiliki peran dalam membimbing, memberikan keteladanan, dan menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik.

Bagi guru Diniyah dan Al-Qur’an, penguatan kapasitas menjadi bagian penting karena pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Ada nilai, adab, keteladanan, dan proses membangun kedekatan peserta didik dengan ilmu yang perlu diperhatikan secara bersamaan.

Baca juga: Gelar Pelatihan Komunikasi untuk Wujudkan Pendidikan Berkualitas

Kepala SD Luqman Al Hakim Surabaya menilai profesionalisme guru merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga kualitas pendidikan di sekolah.

“Guru memiliki posisi yang sangat penting dalam menentukan kualitas proses pembelajaran. Karena itu, profesionalisme tidak cukup hanya dibangun melalui pengalaman, tetapi juga perlu terus diperbarui melalui belajar, berdiskusi, melakukan refleksi, dan membuka diri terhadap pengetahuan baru,” ujar Kepala SD Luqman Al Hakim Surabaya.

Menurutnya, peningkatan kompetensi guru pada akhirnya akan memberikan dampak pada pengalaman belajar siswa. Guru yang terus belajar akan memiliki lebih banyak cara untuk memahami kebutuhan peserta didik dan menghadirkan pembelajaran yang sesuai.

“Sekolah ingin membangun budaya bahwa guru juga merupakan pembelajar. Ketika guru terus bertumbuh, insyaallah kualitas pembelajaran dan pendampingan kepada anak juga ikut bertumbuh,” katanya.

Perkuat Profesionalisme Guru Lewat Pelatihan Al-Qur’an dan Pembelajaran STEM

Perkuat Profesionalisme Guru Lewat Pelatihan Al-Qur’an dan Pembelajaran STEM

Guru Umum Belajar Merancang Pembelajaran STEM

Pada waktu yang sama, guru umum mengikuti pelatihan di Ruang Kelas 4C–4D dengan materi “Mendesain Pembelajaran STEM yang Bermakna, Kreatif, dan Kontekstual”. Materi disampaikan oleh Siti Fauziyah, S.Pd., CBHC, M.Si.

Pelatihan ini menjadi ruang bagi guru untuk memperkaya strategi dalam merancang pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan persoalan dan pengalaman nyata. Pendekatan STEM membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang mendorong siswa berpikir, mengeksplorasi, mencoba, memecahkan masalah, serta menghasilkan gagasan atau karya.

Penguatan pembelajaran seperti ini juga sejalan dengan pengalaman pembelajaran di SD Luqman Al Hakim yang telah mengembangkan aktivitas berbasis proyek untuk melatih kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi siswa.

Waka SDM SD Luqman Al Hakim Surabaya, Ustzh. Rini Trihandajani, S.Pd., mengatakan pelatihan guru merupakan bagian dari upaya sekolah membangun kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Baca juga: Guru SD Luqman Al Hakim Tingkatkan Kompetensi AI Bersama Tim DTI ITS

“Peningkatan kualitas SDM tidak bisa dilakukan dalam satu kegiatan saja. Kami berupaya membangun proses yang berkelanjutan, sehingga guru memiliki kesempatan untuk terus meningkatkan kompetensi, memperbarui wawasan, dan menemukan cara-cara baru dalam menjalankan tugas profesionalnya,” ujar Ustzh. Rini.

Ia menjelaskan, kebutuhan guru terus berkembang seiring perubahan karakteristik peserta didik dan tantangan pendidikan. Karena itu, sekolah berupaya menyediakan ruang belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diterapkan dalam praktik pembelajaran.

Pelatihan profesional tersebut menjadi bagian dari ikhtiar SD Luqman Al Hakim Surabaya untuk memperkuat kapasitas pendidik dari berbagai bidang. Guru Diniyah dan Al-Qur’an mendapatkan penguatan tentang peran pendidik, sedangkan guru umum memperkaya kemampuan dalam merancang pembelajaran STEM yang bermakna, kreatif, dan kontekstual.

Melalui pengembangan kompetensi yang dilakukan secara berkelanjutan, sekolah berharap guru semakin siap menghadirkan pembelajaran yang berkualitas sekaligus mampu memberikan pendampingan terbaik bagi peserta didik.

Leave a Comment