Pondok Ramadan 1447 H Tanamkan Ibadah dan Akhlak Mulia. SD Luqman Al Hakim Surabaya kembali menyelenggarakan kegiatan Pondok Ramadan 1447 H sebagai bagian dari pembinaan keimanan dan karakter siswa selama bulan suci. Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas 1 hingga kelas 6 ini dilaksanakan pada 4–6 Maret 2026 di lingkungan sekolah. Mengusung tema “Puasaku Terjaga, Ibadahku Terbina, Akhlaqku Mulia”, program ini dirancang untuk membiasakan siswa menjalankan ibadah Ramadan dengan benar. Serta menumbuhkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
Pembinaan Ruhiyah dan Pembiasaan Ibadah
Bulan Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas keimanan, memperbanyak ibadah, serta memperbaiki akhlak. Momentum spiritual ini juga dimanfaatkan SD Luqman Al Hakim Surabaya untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada para siswa melalui kegiatan Pondok Ramadan yang terstruktur dan edukatif.
Kepala Sekolah SD Luqman Al Hakim Surabaya, Ust. Samsul Alam Jaga, M.I.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan Pondok Ramadan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karakter siswa di sekolah. “Pondok Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi sarana pembinaan ruhiyah agar siswa terbiasa menjalankan ibadah dengan benar serta memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya membangun pembinaan ruhiyah yang kuat bagi peserta didik. Para siswa tidak hanya belajar memahami makna puasa secara teoritis, tetapi juga mempraktikkan langsung berbagai bentuk ibadah yang menjadi bagian dari kehidupan seorang muslim.
Baca juga: Sertifikasi Tahfidz Al-Qur’an Kemenag di SD Luqman Al Hakim Surabaya
Kegiatan Pondok Ramadan dirancang sebagai sarana pembiasaan ibadah sejak dini. Siswa dilatih menjalankan puasa dengan baik, menjaga adab selama berpuasa, serta memahami nilai-nilai kesabaran dan pengendalian diri yang terkandung dalam ibadah Ramadan.
Berbagai aktivitas keagamaan juga disusun secara sistematis untuk memperkuat pengalaman spiritual siswa. Mulai dari shalat berjamaah, tilawah dan murojaah Al-Qur’an, dzikir pagi dan petang, hingga penyampaian materi keislaman yang disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman siswa. Dengan pendekatan ini, pembelajaran agama tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menjadi pengalaman spiritual yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk generasi yang memiliki aqidah yang lurus, ibadah yang benar, serta karakter yang kuat. Melalui pembinaan yang konsisten selama Ramadan, diharapkan siswa mampu menjadikan ibadah sebagai kebiasaan baik yang terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Pondok Ramadan 1447 H Tanamkan Ibadah dan Akhlak Mulia
Menumbuhkan Karakter Islami dan Kepedulian Sosial
Selain fokus pada pembinaan ibadah, Pondok Ramadan juga menjadi sarana penting untuk menumbuhkan karakter islami pada diri siswa. Tema kegiatan “Puasaku Terjaga, Ibadahku Terbina, Akhlaqku Mulia” mencerminkan upaya sekolah dalam membentuk pribadi muslim yang tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga memiliki akhlak yang baik.
Ketua Panitia Pondok Ramadan, Ustadzah Kunainah, S.Pd., menuturkan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat ibadah siswa. Tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial. “Kami ingin anak-anak merasakan bahwa Ramadan bukan hanya tentang berpuasa, tetapi juga tentang berbagi, peduli kepada sesama, dan membangun kebiasaan ibadah yang baik,” jelasnya.
Makna dari tema tersebut menegaskan bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar dan haus. Puasa juga menjadi latihan untuk menjaga diri dari perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah. Seperti berkata tidak baik, bersikap tidak jujur, atau berperilaku kurang sopan.
Baca juga: SD Luqman Al Hakim Gelar Murojaah Jama’i dan Tahsin Al-Qur’an Bersama Syekh
Dalam kegiatan Pondok Ramadan, siswa juga dibiasakan untuk melaksanakan berbagai praktik ibadah secara langsung. Selain shalat berjamaah dan tilawah Al-Qur’an, terdapat kegiatan praktik ibadah, tadarus bersama, serta evaluasi ibadah Ramadan. Semuanya bertujuan membangun kedisiplinan spiritual siswa.
Tidak hanya itu, nilai kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Para siswa diajak untuk belajar berbagi melalui program tebar takjil dan kegiatan berbagi zakat. Kegiatan tersebut menjadi sarana pendidikan karakter agar siswa memiliki empati, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.
Beberapa rangkaian kegiatan lainnya seperti mabit atau menginap di sekolah juga dirancang untuk memperkuat kebersamaan, kemandirian, serta pengalaman spiritual yang lebih mendalam bagi para siswa. Melalui kegiatan Pondok Ramadan ini, SD Luqman Al Hakim Surabaya berharap dapat membentuk generasi muda yang beriman. Terbiasa menjalankan ibadah dengan baik, serta memiliki akhlak mulia yang tercermin dalam perilaku sehari-hari.