Oleh: Ustadzah Rutin Purnama Sari, S.Pd., Gr. – Wali Kelas 3C SD Luqman Al Hakim Surabaya
Jangan Takut Salah: Pentingnya Berani Bertanya di Kelas. Pernahkah kamu merasa bingung saat Ustaz atau Ustazah menjelaskan pelajaran di depan kelas? Kamu ingin sekali bertanya, tetapi tiba-tiba dadamu berdebar kencang. Kamu ragu, “Aduh nanti kalau pertanyaanku aneh bagaimana? Kalau disoraki teman-teman bagaimana? Atau kalau ditertawakan teman-teman bagaimana?”
Eits, tapi tunggu dulu! Mulai sekarang, buanglah jauh-jauh rasa takut itu. Tahukah kamu? Bertanya di kelas sebenarnya adalah hal yang luar biasa hebat.
Mengapa Kamu Tidak Boleh Takut Salah?
1. Salah Itu Bagian dari Belajar. Sama seperti ketika pertama kali belajar naik sepeda, kamu pasti pernah terjatuh sebelum akhirnya bisa mengayuh dengan lancar. Belajar di sekolah juga seperti itu. Membuat kesalahan adalah hal yang wajar dan tidak perlu ditakuti. Justru dari kesalahan itulah kita mengetahui mana jawaban yang benar dan mana yang masih perlu diperbaiki.
2. Bertanya Artinya Otak Kita Sedang Bekerja. Orang yang bertanya bukan berarti dia yang paling tidak bisa di kelas. Justru sebaliknya, bertanya menunjukkan bahwa kamu sedang memperhatikan, berpikir, dan berusaha menghubungkan materi yang sedang dipelajari dengan pengetahuan yang sudah kamu miliki.
3. Ustaz atau Ustazah Sangat Senang Kalau Kamu Bertanya. Ustaz atau Ustazah tidak akan marah ketika kamu bertanya. Sebaliknya, mereka akan merasa senang karena pertanyaanmu menunjukkan bahwa kamu benar-benar mendengarkan, memperhatikan, dan memiliki keinginan untuk memahami pelajaran dengan lebih baik.
4. Kamu Bisa Membantu Temanmu. Percaya atau tidak, sering kali teman sebangkumu juga belum memahami pelajaran yang sedang dijelaskan. Namun, mereka terlalu malu untuk bertanya. Ketika kamu berani mengangkat tangan dan bertanya, sebenarnya kamu sedang membantu teman-temanmu memperoleh jawaban atas kebingungan yang mereka rasakan.
5. Kelas Jadi Lebih Hidup. Kelas yang hanya berlangsung satu arah sering kali membuat suasana menjadi membosankan. Sebaliknya, ketika ada murid yang berani bertanya, diskusi menjadi lebih hidup. Teman-teman lain ikut berpikir, sedangkan Ustaz atau Ustazah memiliki kesempatan memberikan penjelasan dengan contoh yang lebih mudah dipahami.
6. Melatih Keberanian Sejak Kecil. Keberanian bertanya di kelas merupakan latihan untuk menghadapi kehidupan di masa depan. Kelak, ketika sudah dewasa, kamu perlu berani bertanya kepada atasan, berani meminta penjelasan kepada rekan kerja, dan berani menyampaikan pendapat. Semua keberanian itu berawal dari keberanian mengangkat tangan di dalam kelas.
Baca juga: Pentingnya Mengajarkan Kebiasaan Meminta Izin Saat Meminjam Barang
Mengatasi Rasa Takut Saat Bertanya.
Langkah-langkah berikut dapat dilakukan oleh guru, orang tua, dan anak untuk membangun keberanian bertanya di kelas.
1. Peran Ustaz atau Ustazah di Sekolah. Ustaz atau Ustazah dapat membangun rasa percaya diri murid dengan selalu mengapresiasi setiap pertanyaan yang diajukan. Kalimat sederhana seperti, “Pertanyaan yang bagus sekali,” sebelum memberikan jawaban akan membuat anak merasa dihargai. Selain itu, guru dapat menerapkan diskusi kelompok kecil agar murid yang pemalu merasa lebih nyaman berbicara dibandingkan harus langsung berbicara di depan seluruh kelas.
Guru juga perlu membangun budaya kelas yang aman dengan membuat kesepakatan bahwa tidak ada seorang pun yang boleh menertawakan pertanyaan maupun jawaban temannya. Setelah menyampaikan materi, guru sebaiknya memberikan jeda beberapa detik agar murid memiliki waktu untuk berpikir dan menyusun pertanyaan yang ingin disampaikan.
2. Peran Orang Tua di Rumah. Orang tua memiliki peran penting dalam melatih keberanian anak bertanya. Salah satunya melalui permainan sederhana, misalnya bermain peran sebagai guru dan murid sehingga anak terbiasa menyampaikan pertanyaan. Selain itu, ketika anak mengungkapkan rasa takut atau malu, orang tua perlu mendengarkan tanpa menghakimi. Jelaskan bahwa setiap orang, termasuk orang-orang yang pintar, pernah melakukan kesalahan ketika belajar.
3. Tips Anak untuk Membangun Keberanian Bertanya di Kelas. Keberanian bertanya dapat dilatih sedikit demi sedikit. Mulailah dengan mengubah cara berpikir bahwa tujuan bertanya bukan untuk terlihat pintar, melainkan agar menjadi lebih pintar. Jika masih merasa malu, kamu dapat memulai dengan bertanya kepada guru setelah pelajaran selesai atau melalui grup kelas.
Sebelum bertanya, cobalah menuliskan pertanyaanmu di secarik kertas agar tidak lupa atau gugup. Ketika ingin bertanya, angkat tangan dengan percaya diri, tarik napas dalam-dalam, lalu tunggu hingga Ustaz atau Ustazah memanggil namamu. Setelah itu, sampaikan pertanyaan dengan bahasa yang sopan, misalnya, “Ustazah, maaf, saya belum paham bagian ini. Boleh dijelaskan lagi?” Kamu juga dapat memulai dari pertanyaan yang sederhana, seperti meminta penjelasan ulang atau memastikan halaman yang sedang dipelajari.

Jangan Takut Salah: Pentingnya Berani Bertanya di Kelas
Apa Manfaat Berani Bertanya?
Berani bertanya memiliki banyak manfaat. Pertama, kamu akan lebih mudah memahami pelajaran karena memperoleh penjelasan langsung dari guru. Kedua, rasa ingin tahumu akan semakin berkembang sehingga semangat belajarmu pun meningkat. Ketiga, pertanyaan yang kamu ajukan sering kali juga mewakili kebingungan teman-temanmu. Dengan demikian, satu pertanyaan dapat memberikan manfaat bagi banyak orang di dalam kelas.
Bagaimana Adab Bertanya Menurut Islam?
Bertanya dalam Islam bukan sekadar mencari informasi, tetapi merupakan bagian dari menuntut ilmu yang memiliki adab tersendiri.
1. Niat yang Ikhlas. Bertanyalah dengan niat untuk menghilangkan ketidaktahuan dan mengamalkan kebenaran, bukan untuk menguji atau menjatuhkan orang lain.
2. Bertanya kepada Ahlinya. Sesuai firman Allah Swt. dalam QS. An-Nahl ayat 43, kita diperintahkan bertanya kepada orang yang memiliki ilmu apabila tidak mengetahui suatu perkara. “Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”
Ayat ini mengajarkan bahwa ketika kita tidak mengetahui sesuatu, hendaknya kita bertanya kepada orang yang benar-benar memahami bidang tersebut.
Baca juga: Bukan Hanya Sekadar Sandal: Menanamkan Disiplin dari Kebiasaan Kecil
3. Gunakan Bahasa yang Santun. Sampaikan pertanyaan dengan kalimat yang sopan, rendah hati, serta tidak memotong pembicaraan orang yang sedang menjelaskan.
4. Hindari Pertanyaan yang Berlebihan. Jangan mengajukan pertanyaan yang tidak bermanfaat, tidak memiliki tujuan yang jelas, atau sekadar mencari-cari kesalahan sehingga menyulitkan orang lain.
5. Simak Jawaban dengan Baik. Dengarkan jawaban dengan penuh perhatian dan rasa hormat. Jangan terburu-buru menyanggah sebelum penjelasan selesai disampaikan.
Berani Bertanya, Berani Bertumbuh
Kelas bukanlah panggung bagi orang yang paling sempurna. Kelas adalah tempat untuk belajar, mencoba, bertanya, melakukan kesalahan, lalu memperbaikinya. Oleh karena itu, ketika ada materi yang membuatmu bingung, jangan dipendam sendiri. Angkat tanganmu dan bertanyalah. Sebab, satu-satunya pertanyaan yang benar-benar “salah” adalah pertanyaan yang tidak pernah ditanyakan.
Ingatlah pesan ini: orang yang pintar bukanlah orang yang mengetahui segala hal, melainkan orang yang selalu ingin tahu dan tidak pernah malu untuk belajar.
Jadi, besok saat berada di sekolah, jangan ragu lagi. Jika ada pelajaran yang belum kamu pahami, angkat tanganmu, tersenyumlah, lalu sampaikan pertanyaanmu dengan percaya diri. Selamat menjadi anak yang berani, percaya diri, dan gemar belajar!