SD Luqman Al Hakim Surabaya kembali menggelar kegiatan Manasik Haji bagi siswa kelas 6 pada Sabtu, 13 Desember 2025, di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Kegiatan bertema “Manasik Haji: Dari Simulasi Menuju Realisasi Iman dan Amal Saleh” ini menjadi bagian dari pembelajaran diniyah untuk menanamkan pemahaman ibadah haji secara utuh, baik secara pengetahuan, praktik, maupun pembentukan karakter Qur’ani.
Manasik Haji sebagai Media Edukasi Ibadah dan Nilai Kehidupan
Kegiatan Manasik Haji dirancang sebagai pembelajaran kontekstual agar siswa tidak hanya mengenal teori, tetapi juga merasakan pengalaman langsung menjalankan rangkaian ibadah haji. Sejak pagi hari, para siswa hadir dengan mengenakan busana ihram, mengikuti pengarahan, dan dipandu untuk memahami urutan manasik secara tertib dan disiplin. Suasana Asrama Haji Sukolilo menjadi ruang belajar terbuka yang memberi kesan mendalam bagi peserta didik.
Kepala Sekolah SD Luqman Al Hakim Surabaya, Ust. Adi Purwanto, M.Pd., menegaskan bahwa pembelajaran haji harus dikenalkan sejak dini karena memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Ia mengutip bahwa ibadah haji bukan sekadar ritual fisik, tetapi sarat nilai ketaatan, kesabaran, dan penghambaan total kepada Allah. “Manasik haji ini menjadi ikhtiar sekolah agar anak-anak memahami makna ibadah haji sebagai puncak ketundukan seorang muslim,” ujarnya.
Baca juga: Wisuda Tahfidz & Tahsin 2025: Al-Qur’an Penuntunku, Dakwah Pengabdianku
Selama kegiatan, siswa mengikuti simulasi thawaf, sa’i, wukuf, hingga tahallul dengan bimbingan muthawif dan guru pendamping. Setiap rangkaian dijelaskan maknanya agar siswa memahami bahwa setiap gerakan memiliki pesan spiritual dan nilai kehidupan. Pendekatan praktik ini membuat siswa lebih mudah mengingat dan menghayati ibadah haji.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap tumbuh kecintaan terhadap rukun Islam kelima sekaligus membentuk karakter religius, disiplin, dan empati. Manasik haji menjadi sarana pembelajaran iman yang aplikatif dan menyenangkan bagi siswa.

Manasik Haji Siswa Kelas 6 Dari Simulasi Menuju Realisasi
Menyiapkan Generasi Beriman melalui Pembelajaran Bermakna
Ketua Pelaksana kegiatan, Ust. Muhammad Khakim Ashari, menjelaskan bahwa tujuan utama Manasik Haji adalah memberikan pengalaman bermakna kepada siswa agar memahami ibadah haji secara menyeluruh. “Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu tata urutannya, tetapi juga memahami tujuan, adab, dan nilai yang terkandung di dalamnya,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 96 siswa kelas 6 dengan pendampingan guru dan panitia. Seluruh rangkaian disusun terstruktur, mulai dari sosialisasi, pembukaan, hingga pelaksanaan inti manasik. Kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua menjadi kunci kelancaran kegiatan.
Baca juga: Gelar Edukasi Kesehatan Gigi Bersama FKG Universitas Airlangga
Manasik haji juga mengajarkan nilai kebersamaan dan persaudaraan. Siswa belajar antre, saling menolong, dan menjaga ketertiban. Nilai-nilai ini sejalan dengan tujuan pendidikan karakter yang terus dikuatkan SD Luqman Al Hakim Surabaya.
Melalui kegiatan Manasik Haji 2025, SD Luqman Al Hakim Surabaya menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan Islam yang utuh. Tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman, akhlak, dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.