SD Luqman Al Hakim Surabaya kembali menunjukkan komitmen kepedulian sosial melalui aksi donasi kemanusiaan untuk korban bencana alam di Sumatra dan erupsi Semeru. Dua kegiatan penggalangan dana yang digelar pada Desember 2025 ini berhasil menghimpun total lebih dari lima puluh juta rupiah dan disalurkan melalui Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Aksi ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya membentuk kecerdasan akademik, tetapi juga menumbuhkan empati, solidaritas, dan kedermawanan sejak dini.
Donasi untuk Korban Bencana Sumatra
Pada Selasa, 16 Desember 2025, keluarga besar SD Luqman Al Hakim Surabaya bersatu dalam aksi kemanusiaan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan beberapa wilayah sekitarnya. Bencana alam ini menyebabkan ribuan bangunan terdampak, puluhan ribu warga mengungsi, serta beberapa daerah terisolasi akibat akses jalan yang tertutup material longsor. Kondisi ini menggugah kepedulian seluruh warga sekolah untuk bergerak cepat.
Hasil penggalangan dana yang dilakukan di lingkungan sekolah berhasil mengumpulkan Rp 34.103.000,-. Seluruh dana tersebut kemudian disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Surabaya, yang langsung menerjunkan tim lapangan untuk membantu para penyintas bencana. Kegiatan ini melibatkan siswa, guru, dan wali murid, menunjukkan bahwa kesadaran sosial merupakan nilai yang terus dirawat bersama.
Baca juga: Berhasil Bawa Pulang Gelar Juara Umum J-ISMAC 2025
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Aini Kunainah, menegaskan bahwa kegiatan donasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari pendidikan karakter. “Melatih empati sejak dini akan melahirkan kepedulian yang besar. Anak-anak perlu tahu bahwa berbagi itu ibadah, dan membantu sesama adalah wujud keimanan,” ungkapnya. Menurutnya, keterlibatan siswa dalam aksi kemanusiaan akan membentuk kepribadian yang peka terhadap penderitaan orang lain.
Aksi donasi ini juga mengajarkan bahwa kepedulian tidak hanya berhenti pada kata-kata, tetapi diikuti dengan kontribusi nyata. Semangat kebersamaan dan solidaritas yang muncul dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal karakter bagi siswa. Sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai-nilai sosial dan spiritual yang kuat. “Semoga bantuan ini menjadi keringanan dan cahaya bagi saudara-saudara kita,” tutup Aini.

Latih Empati Sejak Dini dengan Donasi Peduli Korban Bencana Alam Sumatra dan Erupsi Semeru
Donasi untuk Korban Erupsi Semeru
Tidak hanya untuk korban bencana Sumatra, pada Selasa, 2 Desember 2025, SD Luqman Al Hakim Surabaya juga menggelar penggalangan dana untuk korban erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur. Letusan tersebut menimbulkan kerugian material, mulai dari hunian warga, fasilitas umum, hingga akses transportasi. Banyak warga harus mengungsi akibat guguran awan panas dan banjir lahar. Tim penyelamat bekerja keras mengevakuasi warga dan menyalurkan bantuan logistik ke berbagai titik pengungsian.
Dalam kegiatan kemanusiaan ini, sekolah berhasil menghimpun Rp 18.708.000,- yang seluruhnya disalurkan melalui BMH. Dana tersebut digunakan untuk menyediakan kebutuhan mendesak para penyintas. Antara lain makanan siap saji, air bersih, pakaian layak pakai, obat-obatan, serta layanan dukungan psikososial bagi anak-anak yang terdampak erupsi. Kolaborasi ini membuat proses penyaluran lebih terarah dan tepat sasaran.
Baca juga: Terima Kunjungan Belajar dan Silaturrahmi dari SD Islam Raudlatul Jannah Sidoarjo
Perwakilan BMH, Imam Muslim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga sekolah. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan lembaga kemanusiaan dapat menghasilkan dampak yang jauh lebih besar. “Sinergi seperti ini bukan hanya membantu secara materi, tetapi juga menjadi edukasi nyata bahwa kepedulian adalah bagian penting dari ajaran Islam. Semakin dini anak-anak belajar berbagi, semakin kuat karakter sosial mereka,” ujarnya.
Rangkaian aksi kemanusiaan pada bulan Desember ini menegaskan bahwa SD Luqman Al Hakim Surabaya tidak hanya mendidik generasi berprestasi, tetapi juga generasi yang memiliki hati yang peka dan jiwa yang peduli. Setiap rupiah, doa, dan langkah kecil yang diberikan menjadi bukti bahwa peduli tak pernah berhenti—dan kebaikan akan selalu menemukan jalannya untuk sampai kepada mereka yang membutuhkan.