Sabar Dalam berdakwah

Posted on: 9 October 2021

Ketika sampai di pelataran Ka’bah pada tahun 8 H, Rasulullah mengacungkan tongkat kecilnya dan menunjuk 360 berhala yang bertebaran di sana. Beliau menudingnya satu persatu seraya membaca ayat 81 dari surah al-Isra’, “Kebenaran telah datang dan kebatilah telah binasa. Sungguh kebatilah itu pasti binasa”. Konon, setiap kali muka berhala yang ditunjuk maka kepalanya langsung patah dan jatuh ke belakang; bila tengkuknya yang ditunjuk maka kepalanya pun patah dan jatuh ke depan.



Kisah ini terjadi pada saat Penaklukan Makkah, yang diriwayatkan Imam Bukhari, Muslim, Nasa’i, Tirmidzi, dll dari Ibnu Mas’ud. Para mufassir pun merincinya dalam karya-karya mereka, seperti Imam al-Qurthubi, Ibnu Katsir, ath-Thabari, dsb. Menurut para ulama’, kaum musyrikin setiap hari menyembah satu berhala tertentu sehingga jumlahnya sangat banyak sebanyak hari-hari dalam setahun.


Apa yang menarik dari kisah ini? Bila dicermati, ternyata selama 13 tahun mendakwahkan Islam di Makkah, Rasulullah samasekali tidak ‘menyentuh’ berhala-berhala itu. Keadaan ini terus berlanjut sampai beliau diusir dan berhijrah ke Madinah. Baru delapan tahun kemudian, bersama 10.000 kaum muslimin, beliau kembali ke Makkah dan meruntuhkan seluruh simbol kemusyrikan itu tanpa tersisa.


Tidak cukup sampai di situ, sebab Rasulullah juga mengirim sejumlah Sahabat untuk menghancurkan berhala-berhala yang ada di luar Makkah. Khalid bin Walid dikirim ke Nakhlah untuk merobohkan berhala ‘Uzza. ‘Amr bin ‘Ash diperintahkan melenyapkan Suwa’, berhala suku Hudzail, di suatu tempat sejauh 3 mil dari Makkah. Sa’ad bin Zaid ditugasi menamatkan riwayat Manat, berhala sejumlah kabilah Arab di Musyallal, kawasan pegunungan di tepi Laut Merah.


Tentu kita patut bertanya, apa saja yang beliau dakwahkan selama di Makkah? Mengapa patung-patung itu dibiarkan tegak di sekitar Ka’bah, sementara beliau sendiri sangat sering thawaf, shalat, dan bermunajat kepada Allah di sana? Bukankah peristiwa Isra’-Mi’raj pun dimulai dari Ka’bah pada saat berhala-berhala itu masih utuh dan tidak diusik samasekali? Kita meyakini beliau sebagai teladan puncak dalam mendakwahkan agama-Nya. Tidak ada contoh sebaik beliau, sebagaimana dinyatakan dalam QS al-Ahzab: 21.


Baca juga: Kesalahan Pola Asuh Anak


Sufyan bin ‘Uyainah (atba’ tabi’in, w. 198 H) berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah timbangan terbesar (al-mizan al-akbar). Terhadap beliaulah segala sesuatu dihadapkan (untuk ditimbang) berdasarkan akhlak, gaya hidup, dan perilaku beliau. Apa saja yang selaras dengannya maka dialah kebenaran, dan apa saja yang bertentangan dengannya maka dialah kebatilan.” (Riwayat al-Khathib dalam al-Jami’, no. 8).


Sesungguhnya, berhala-berhala itu tidak bisa memberi manfaat maupun madharat sedikit pun. Mereka tidak memiliki kekuasaan dan kekuatan apa-apa. Mereka hanyalah simbol-simbol kosong yang direkayasa manusia untuk menutupi ‘sesuatu’ yang sangat bengis dan jauh lebih merusak dibanding pahatan-pahatan tangannya, yaitu hawa nafsu dan kesombongan.


Allah berfirman, “Semua itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu adakan sendiri. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah)nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka dan apa yang diingini oleh hawa nafsu. Sungguh telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.” (QS. An Najm: 23).


Di tempat lain, Allah juga berfirman, “Kamu tidak menyembah selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu buat-buat sendiri. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Hukum itu hanya milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Yusuf: 40)


Baca juga: Al Quran Sumber Kebenaran


Allah menunjukkan dengan gamblang bahwa sumber kemusyrikan, kekufuran, dan penolakan kepada agama Allah sebenarnya hanyalah kesombongan:
"Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka, (sebetulnya) tidak ada di dalam dada mereka selain kesombongan (yakni, merasa lebih hebat) belaka, yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya. Maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sungguh Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Mu’min/Ghafir: 56)


Dan, tahukah Anda siapa pengidap penyakit sombong yang paling kronis? Dialah Iblis, yang menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Adam karena merasa lebih hebat dan lebih baik. Dia telah bersumpah untuk menularkan penyakitnya itu kepada manusia. (Baca QS al-A’raf: 11-18).


Maka, selama bertahun-tahun Rasulullah berjuang keras meruntuhkan kesombongan orang orang yang memusuhi dirinya dan kebenaran yang dibawanya. Beliau tahu betul bahwa tiada daya secuil pun dalam diri patung-patung buatan manusia itu, selain mitos-mitos dan legenda-legenda kosong.


Pohon, patung, kuburan, gambar, logo, hanyalah simbol-simbol dari kekuatan fiktif yang dikhayalkan manusia. Tidak ada wujud dan esensi hakiki padanya. Bila mereka ditebang atau dibakar, sebenarnya tidak akan bereaksi apa-apa. Hanya saja, para ‘pemuka kaum’ dan barisan pemujanya pasti murka, dan kegemparan pun segera meledak. Merekalah thaghut yang sebenar-benarnya, bukan benda-benda mati itu.


Oleh karenanya, Rasulullah tidak tertarik untuk memulai dakwahnya dari meruntuhkan simbol-simbol, namun melunakkan hati dan memahamkannya terhadap hakikat kebenaran, tauhid, dan agama yang lurus. Diketuknya pintu demi pintu, meski tidak selalu mendapat sambutan yang ramah.


Beliau mengajari kita untuk lebih dulu meluruskan akidah yang menyimpang, bukan menghancurkan simbolnya. Tebang dulu keyakinannya, bukan pohonnya! Wallahu a’lam.


Oleh: Ust. Alimin Mukhtar - Pengelola dan Pengasuh Pondok Pesantren Arrohmah Hidayatullah Malang

Versi cetak


Berita Terkait


Visitors :5189079 Visitor
Hits :6634549 hits
Month :2848 Users
Today : 97 Users
Online : 7 Users






Sekolah Tahfidz


Sekolah Para Juara






Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • Soraya Pambudi

    anggada121212@gmail.com

    Surabaya Timur Pakuwon

    Pada 23-Aug-2019


    Assalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh. Mohon informasi pendaftaran sekolah untuk tahun ajaran 2020/2021. Mohon maaf apakah sekolah ini mempunyai program kelas internasional? Maksudnya apakah menerima siswa berwarganegaraan Asing?

  • Noer amelia

    Noeramelia@yahoo.com

    Surabaya

    Pada 14-Sep-2018


    Assalamualaikum...untuk biaya pendaftaran th 2019 belum ada y?apakah untuk masud sdit al hakim harus sudah lancar membaca???mohon infonya dan terima kasih

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi