Puasa Sebelum Rasulullah Saw (End)

Posted on: 13 July 2020


Puasa juga diakui oleh Yahudi dan Kristen. Dalam kitab perjanjian lama dijelaskan banyak peristiwa puasa yang dilakukan oleh para nabi, seperti Nabi Yehezkiel, Daniel, dan Daud.


Dalam kitab Taurat bagian kedua berbunyi “Aku memanggil, di sana untuk berpuasa di sungai Ahwa, agar kami dapat merendah di hadapan Tuhan kami, untuk meminta jalan yang lurus kepadanya untuk kita, anak-anak dan setiap harta kita”


Dalam Al-Kitab dikatakan, "Adakanlah puasa yang kudus” (Perjanjian Lama, Yoel 1:14)


Pada bagian kedua dikatakan, “Tetapi sekarang juga "Demikianlah firman Tuhan "Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis, dan dengan mengaduh. Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. Adakanlah puasa yang kudus maklumkanlah perkumpulan raya, kumpulkan bangsa ini, kuduskanlah jemaah” (Perjanjian Lama: Yoel: 2: 12-16)


Dalam Al-Kitab surat keluaran dikatakan, “Ditetapkan bahwa Musa berada pada Tuhannya selama empat puluh hari empat puluh malam, tanpa memakan roti dan tidak meminum seteguk air.”


Di dalam Al-Kitab surat raja-raja dikatakan, “Bahwa Nabi Elia berjalan dengan tergopoh, tanpa makan selama empat puluh hari empat puluh malam ke sebuah gunung, yang disebut Horeb”


Di dalam Al-Kitab surat Zakaria dikatakan, “Beginilah firman Tuhan semesta alam kepadaku, "Waktu puasa dalam bulan keempat, dalam bulan yang kelima, dalam bulan yang ketujuh, dan dalam bulan yang kesepuluh akan menjadi kegirangan dan suka cita dan menjadi waktu-waktu perayaan yang menggembirakan bagi kaum Yehuda. Maka cintailah kebenaran dan damai” (Perjanjian lama: Surat Zakharia: 8:19)


Dalam surat Matius dikatakan, “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, "Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu, dan cucilah mukamu. Supaya jangan dilihat oleh orang, bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (Perjanjian baru: Mathius: 6:16-18)


Dalam bagian ketujuh belas surat Matius dikatakan, “Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka, Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu? Ia berkata kepada mereka, Karena kamu kurang percaya. Sebab aku berkata kepadamu, Sesungguhnya sekiranya kamu mernpunyai iman sebesar biji sawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung itu akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. Jenis itu tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa"


Dalam Injil Matius dikatakan bahwa Nabi Isa berpuasa selama empat puluh hari di daratan. Dan para hawariyyun (murid-murid Isa) berpuasa dari daging, ikan, telur, dan susu.


Dalam surat Paulus kedua kepada jemaat di Kornitus, dia berkata, “Sebaliknya, dalam segala hal kamu menunjukkan bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan, dan kesukaran. Dalam menanggung dera, dalam penjara, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa” (Perjanjian Baru, surat Paulus kepada jemaat di Kornitus: 6:4-5)


Inilah gambaran berbagai bentuk puasa yang telah diwajibkan kepada umat terdahulu. Di antara mereka ada yang hanya berpuasa dari makanan tertentu, ada yang berpuasa dari makan dan minum selama beberapa jam, ada yang berpuasa dari terbitnya bintang hingga terbit kembali di hari berikutnya, ada juga yang berpuasa dari berbicara selain bertasbih dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Dalam Islam puasa memiliki arti begitu penting, bahkan tingkat penghargaan itu dapat dilihat melalui sabda Nabi Shalallaahu Alaihi Wasallam.


“Kitab Ibrahim diturunkan pada malam pertama di bulan Ramadhan, diturunkan Taurat pada hari keenam bulan Ramadhan, Injil diturunkan pada hari ketiga belas di bulan Ramadhan, dan Al-Quran diturunkan pada tanggal dua puluh empat di bulan Ramadhan”


Artinya seluruh kitab suci samawi diturunkan pada bulan Ramadhan. Bahkan, Islam sangat memuliakan dan mengutamakan bulan itu dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Sebagian cendekiawan dan ulama muslim berpendapat bahwa Ramadhan merupakan salah satu dari nama Allah. Mereka beralasan bahwa setiap bulan Ramadhan disebutkan di dalam ayat, belum pernah disebutkan secara terpisah, tanpa diberikan tambahan, seperti yang disebutkan pada bulan-bulan Hijriah lainnya seperti Syaban, Shafar, atau Muharram.


Diriwayatkan oleh penulis kamus Lisanul Arab dari Mujahid r.a. bahwa menjamakkan kata ramadhan sangat dibenci, karena bentuk jamaknya, seperti jamak muannast salim, jadi disebut dengan ramadhanat. Hal itu tidak diperbolehkan karena termasuk salah satu dari nama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah gambaran yang tentang bulan Ramadhan, sebelum dan pada masa Islam. (End) *hidayatullah.com


Dari tulisan Samih Kariyyam dalam buku Indahnya Ramadhan Rasulullah.

Versi cetak


Berita Terkait


Visitors :3543183 Visitor
Hits :4076874 hits
Month :3526 Users
Today : 617 Users
Online : 6 Users


Sekolah Tahfidz


Sekolah Para Juara






Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • Soraya Pambudi

    anggada121212@gmail.com

    Surabaya Timur Pakuwon

    Pada 23-Aug-2019


    Assalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh. Mohon informasi pendaftaran sekolah untuk tahun ajaran 2020/2021. Mohon maaf apakah sekolah ini mempunyai program kelas internasional? Maksudnya apakah menerima siswa berwarganegaraan Asing?

  • Noer amelia

    Noeramelia@yahoo.com

    Surabaya

    Pada 14-Sep-2018


    Assalamualaikum...untuk biaya pendaftaran th 2019 belum ada y?apakah untuk masud sdit al hakim harus sudah lancar membaca???mohon infonya dan terima kasih

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi