SD Islam Terbaik | SD Luqman Al Hakim Surabaya | SD Islam di Surabaya | Sekolah Favorit di Surabaya | SD Favorit di Surabaya
Rubrik : Artikel Guru
Saudara Rasulullah Saw
2021-07-29 07:59:02 - by : admin

Sepulang dari haji Wada, Rasulullah Saw menyempatkan diri untuk takziyah ke pemakanan Uhud. Kemudian Rasulullah Saw berkumpul dengan para sahabatnya, tiba-tiba Rasulullah Saw bersabda, “Saya rindu bertemu saudara-saudaraku”. Tentu para sahabat heran, hening diam sejenak dan bertanya-tanya dalam hatinya.



“Ya Rasulullah, bukankah kami ini saudaramu?” kata Abu Bakar kemudian. “Bukan, kalian adalah sahabatku” jawab Rasulullah. “Kami juga saudaramu, Ya Rasulullah,” kata Abu Bakar lagi seolah ingin diakui juga sebagai saudara Rasulullah.


Rasulullah Saw menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum kemudian beliau bersabda, “Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tapi mereka beriman kepadaku dan mencintai aku melebihi cintanya kepada anak dan orangtuanya. Merekalah saudaraku dan kelak akan bersamaku. Beruntunglah orang-orang yang bertemu kepadaku dan beriman kepadaku. Beruntung pula orang-orang yang tidak pernah bertemu kepadaku tapi mereka beriman kepadaku”.


Para sahabat saja ingin menjadi saudara Rasulullah Saw. Artinya, menjadi saudara Rasulullah Saw itu memiliki kedudukan yang istimewa. Peluang itu ada pada kita yang hidup ratusan tahun setelah Rasulullah Saw wafat dan kita tidak pernah melihat dan berjumpa dengan Rasulullah Saw.


Baca juga: Bahaya Kekenyangan


Kita bisa melihat akhlak Rasulullah Saw melalui membaca dan memaknai mukjizat yang Allah berikan yaitu kitab suci al Quran. Kita mendengar sabda Rasulullah Saw melalui hadis-hadistnya yang ditulis dan dibacakan para ulama. Kita bisa mengenal Rasulullah Saw dari kitab-kitab shirah yang disampaikan oleh para kyai dan ustadz.


Tapi untuk menjadi saudara Rasulullah Saw tidak cukup hanya mengenalnya tapi mengimaninya dan mencintainya melebihi cinta kita kepada anak, saudara dan orang tua.


Aktualisasi beriman kepada Rasulullah Saw mentaati perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya. Artinya, saat mendengar atau membaca hadist maka seolah memang melihat dan mendengar nasehat Rasulullah Saw sehingga ada keterpanggilan dan semangat untuk menjalankan perintahnya. Seperti hadist tentang keutamaan menjaga waktu shalat, mengamalkan shalat sunnah rawatib, puasa Senin Kamis dan banyak sunnah yang lainnya.


Baca juga: Refleksi Ibadah Qurban


Ada banyak cara dan contoh untuk bisa dicintai Rasulullah Saw. Ada sahabat Bilal bin Rabah Ra yang sandalnya sudah ada di surga karena amalan yang istiqamah dalam melaksanakan sunnah shalat setelah wudhu.


Ada sahabat yang setiap mau tidur memaafkan semua kesalahan orang lain. Ada juga yang senantiasa setiap pagi bersedekah, ada yang memperbanyak membaca shalawat. Rasulullah Saw rindu ingin bertemu dengan saudara-saudaranya. Sekarang apakah kita yang mengaku dan ingin menjadi saudara juga merindukan Rasulullah Saw?


Rasa rindu itu ada perasaan menggebu dan semangat untuk bertemu dengan mempersiapkan sejak sekarang ini untuk ikhlas beramal ibadah, beramal sholeh dan mengambil tugas Rasulullah Saw yaitu dakwah tarbiyah untuk memperjuangan agama Islam bisa tegak di dunia ini. Wallahu a’lam bis shawwab


Oleh: Ust. Abdul Ghofar Hadi - Wakil Sekjen I Hidayatullah

SD Islam Terbaik | SD Luqman Al Hakim Surabaya | SD Islam di Surabaya | Sekolah Favorit di Surabaya | SD Favorit di Surabaya : http://integral.sch.id
Versi Online : http://integral.sch.id/?pilih=news&aksi=lihat&id=1350