SD Islam Terbaik | SD Luqman Al Hakim Surabaya | SD Islam di Surabaya | Sekolah Favorit di Surabaya | SD Favorit di Surabaya
Rubrik : Artikel Guru
4 Kesalahan Komunikasi Keluarga
2021-07-09 09:06:42 - by : admin

Pertengkaran rumah tangga seringkali diawali karena masalah komunikasi. Dari bangun tidur hingga berbaring kembali, 70% waktu bangun kita gunakan untuk berkomunikasi. Begitu sebuah penelitian mengungkapkan. Ini berarti, kualitas hidup kita banyak ditentukan oleh bagaimana kita berkomunikasi dengan sesama; antara suami dan istri. Singkatnya, hidup kita ini ternyata banyak sekali ditentukan oleh bagaimana kita menggunakan mulut kita.



Sebagian terbesar ketidakpuasan perkawinan ternyata bersumber dari masalah komunikasi. Masalah komunikasilah yang paling banyak menyebabkan pertengkaran rumah tangga. Masalah komunikasi sering menjadi sebab utama pertengkaran suami istri, bahkan menjadi penyebab banyak kasus perceraian. Demikian juga, kejadian menyedihkan setelah perceraian, banyak diakibatkan oleh komunikasi, terutama jika kedua pihak saling menyalahkan.


Dalam tinjauan ilmu komunikasi, bentuk hubungan komunikasi dua orang atau lebih yang menyampaikan pesan dengan efek memaksa pada orang lain yang menerima pesan disebut komunikasi koersif (coercive comunication). Komunikasi koersif adakalanya merupakan cara yang secara sadar dipilih orang untuk memenangkan pendapatnya. Akan tetapi, banyak orang melakukan komunikasi koersif tanpa menyadari bahwa ia telah melakukan komunikasi dengan efek memaksa yang amat kuat.


Ciri Kesalahan Komunikasi


Mengingat banyak pasangan suami istri melakukan komunikasi koersif tanpa sadar telah melakukan, tulisan berikut bermaksud untuk mengenal ciri-ciri komunikasi koersif. Penjelasan berikut ini mudah-mudahan bisa memberi gambaran yang gambling tentang tanda-tanda komunikasi koersif.


1. Menyalahkan Pasangan


Sikap saling menyalahkan rentan terhadap pertengkaran. Menyalahkan pasangan lebih dekat kepada tindakan menilai negatif pada pribadinya, bukan menunjukkan pada tindakan yang salah secara spesifik. Tindakan menyalahkan pasangan akan menyulut kemarahan baik tersembunyi atau terbuka. Pasangan akan menjadi mudah tersinggung. Tindakan berlapang dada menunjukkan kebenaran akan menjadikan kita dapat menyadari kesalahan kita dan insya-Allah akan lebih siap memperbaiki sesuai dengan tingkat kesanggupannya melakukan proses perubahan.


Baca juga: Al Quran Jantung Umat Islam (1)


Ada kalanya kita tidak bermaksud menyalahkan, tetapi ditafsirkan sebagai sikap menyalahkan karena yang kita ajak bicara sedang sensitif emosinya. Persepsi seperti itu juga bisa muncul karena sudah ada zhan (dugaan) kepada kita. Zhan membuat kita menyeleksi informasi yang kita terima sehingga sesuai dengan zhan kita. Ibaratnya, kalau memakai kacamata hijau, kertas putih pun tampak hijau, memakai kacamata merah semua tampak merah; dan memakai kacamata bening membuat kita melihat segala sesuatu apa adanya, merah tampak merah dan hijau tampak hijau.


2. Saling Menyalahkan


Komunikasi suami-istri akan bertambah runyam jika keduanya sudah saling menyalahkan. Munculnya situasi saling menyalahkan ini mudah dipahami. Kebanyakan dari kita mudah sekali terpancing oleh sikap yang ditunjukkan teman hidup kita, bahkan kadang sikap yang tidak dimaksudkan untuk membuat kita masygul. Kita mudah mereaksi, sehingga berbalas menyalahkan dapat dengan mudah terjadi ketika teman hidup kita menyalahkan. Alhasil, tak ada penyelesaian masalah kecuali menambah gerahnya suasana batin di rumah.


Sikap saling menyalahkan ini rentan terhadap pertengkaran; mulanya terpendam lama-lama muncul ke permukaan. Pada taraf yang “ringan” sikap saling menyalahkan menyebabkan masing-masing merasa dongkol. Pada gilirannya menyebabkan masing-masing merasa sebagai pihak yang benar, sementara itu pihak yang lain dianggap tidak pernah mau mengerti, meskipun mereka sebenarnya belum mencoba untuk saling terbuka dan saling memahami.


Baca juga: Ilmu dan Kehidupan


Jika sikap saling merasa paling benar ini terus tumbuh, kelak pada waktunya akan menyebabkan kepercayaan terhadap teman hidupnya runtuh. Sikap saling menyalahkan ini bisa berkembang, dari lingkup suami-istri kepada lingkup yang lebih luas ketika ipar turut serta dalam adegan saling menyalahkan. Keadaan ini bisa berkembang ke skala yang lebih luas, misalnya antar orangtua masing-masing pihak atau bahkan antar keluarga besar.


3. Sensitif terhadap Kritik


Yang menyebabkan komunikasi tidak bisa berjalan dengan lancar, khususnya dalam membicarakan masalah-masalah, adalah jika salah satu pihak begitu sensitif terhadap kritik. Pembicaraan yang mengarah kepada kesalahan-kesalahannya, sedikit saja, dianggap sebagai kritik. Ini menyebabkan keduanya tidak bisa mendiskusikan dengan baik kesalahan masing-masing maupun masalah yang sedang mereka hadapi bersama-sama.


Hal-hal yang semestinya bisa diurai dengan tenang dan jelas agar bisa diambil sikap yang tepat, tidak bisa didiskusikan karena salah satu pihak cepat merasa dikritik. Lebih-lebih jika sampai menyebabkannya tersinggung. Jika peka terhadap kritik menyebabkan kita mudah emosi dan ujung-ujungnya bisa menyebabkan kita menyalahkan pasangan hidup kita, maka mudah menerima kritik menjadikan kita merasa berterima kasih dan ujung-ujungnya lebih mendekatkan hati.


4. Tidak Mencari Akar Masalah


Komunikasi koersif terjadi antara lain karena kita enggan mencari akar masalah. Karena enggan mencari awal masalah, maka kita tidak melihat alternatif. Pada gilirannya ini memudahkan kita terjatuh ke dalam bentuk distorsi kognitif berupa cara berpikir “semua salah”. Ini terjadi karena pikiran kita yang negatif, persepsi kita yang salah, sikap menyalahkan pasangan dan terlebih-lebih sikap saling menyalahkan.


Karena kita tidak mau mencari akar masalah, maka kita tidak dapat memahami dengan sungguh-sungguh mengapa masalah itu muncul dan tidak segera hilang. Ini kemudian bisa menimbulkan distorsi kognitif dengan mengalihkan masalah kepada orang, sehingga kita melihat negatif pada suami atau istri kita. Semoga bermanfaat.


Oleh : Bunda Nida - Mompreneur tinggal di www.annidafashion.com (Tulisan disarikan dari Buku Kado Pernikahan, Karya Muh. Fauzil Adhim)

SD Islam Terbaik | SD Luqman Al Hakim Surabaya | SD Islam di Surabaya | Sekolah Favorit di Surabaya | SD Favorit di Surabaya : http://integral.sch.id
Versi Online : http://integral.sch.id/?pilih=news&aksi=lihat&id=1327