SD Islam Terbaik | SD Luqman Al Hakim Surabaya | SD Islam di Surabaya | Sekolah Favorit di Surabaya | SD Favorit di Surabaya
Rubrik : Artikel Guru
Ikhlas Kunci Kebahagiaan Hidup
2021-03-22 07:37:27 - by : admin

Ikhlas, satu kata yang mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan dalam kehidupan. Ikhlas adalah memurnikan niat, sikap, dan perbuatan hanya karena Allah semata, bukan karena yang lain. Ikhlas semata-mata mengharapkan imbalan dan pujian dari Allah Swt.



Perumpamaan ikhlas seperti akar pohon. Tidak terlihat, tapi terus bekerja mengangkut makanan dari tanah, menumbuhkan batang, cabang, ranting, daun, bunga dan menghasilkan buah.Diumpakan pula seperti gula pasir dalam segelas kopi. Memberikan rasa manis pada segelas kopi, tanpa disebut sebagai kopi gula.


Tiga tanda keikhlasan


1. Menganggap celaan dan pujian adalah sama. Rasa ikhlas yang sebenar-benarnya adalah ketika mampu menerima celaan dan pujian. Tidak hancur ketika dicela dan tidak tinggi hati ketika dipuji. Niat, sikap, dan perbuatannya tidak akan terpengaruh karena puja maupun cela. Baginya, seluruh amal perbuatan semata-mata karena dan untuk Allah.


2. Melupakan amal kebaikannya. Amal baik layaknya bernafas. Keluar msuknya udara dalam paru-paru tiada pernah dihitungnya. Ibarat bekerja dan menyenangkan orang lain, namun tiada pernah mengingatnya dan melupakannya. Itu lah tanda seseorang telah berbuat ikhlas. Ia tidak pernah ingat-ingat kebaikan yang telah dilakukannya.


3. Amal ibadahnya hanya untuk meraih pahala. Amal perbuatan orang ikhlas, semata-mata hanya untuk mengharapkan kebaikan dan balasan di akhirat. Tidak memperdulikan blasan apa yang di dapat di dunia


Kategori Ikhlas


1. Keikhlasan para hamba Allah. Keikhlasannya hanya terbatas pada keselamatan amal ibadah dari penyakit riya dan hawa nafsu. Amal ibadah ynag dilakukan semata karena Allah, mengharapkan pahala dan terhindar dari siksa neraka. Keikhlasan kategori ini disebut keikhlasan para Abidin


Kategori ikhlas seorang ahli ibadahKategori ikhlas seorang ahli ibadah
2. Keikhlasan para pecinta Allah. Keikhlasan karena Allah, kemudian mengagungkan dan membesarkan-Nya karena memang Allah berhak atas hal itu. Mereka beribadah karena kecintaan pada sang Pencipta, bukan karena pahala dan siksa neraka. Keikhlasan kategori ini disebut keikhlasan para Muhibbin


3. Keikhlasan ahli makrifat. Keikhlasan karena kesadaran bahwa yang menggerakkan segala amal ibadah dan perbuatan adalah karena kekuatan dan kehendak Allah. Bukan karena kehendak dan kekuatannya sendiri. Keikhlasan kategori ini disebut keikhlasan para Makrifatullah.


Ciri-ciri keikhlasan


1. Takut akan popularitas. Amal ibadahnya dilakukan bukan untuk mendapat pujian manusia. Tetapi bukan berarti kita harus mengasingkan diri. Jangan sampai karena nama kita ingin dipopulerkan dan bukan karena meminta jabatan. Apalagi karena ambisi kekuasaan.



2. Mengakui banyak kekurangan. Mengakui bahwasannya kita belum maksimal dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Merasa cemas akan amal ibadah yang dilakukkannya, akankah diterima oleh Allah Swt. Dan tidak ujub takabur akan amal yang dilakukkannya.

3. Cenderung menyembunyikan amal. Semua amal ibadahnya tidak ingin diketahui oleh orang, itulah tulus dan ikhlas. Ibarat rumah, mereka ebih senang menjadi pondasi. Tidak terlihat tapi fungsinya sangatlah penting bagi tegaknya bangunan.


4. Menerima dimanapun ditempatkan. Tak peduli dimana posisinya, diamanahi menjadi pemimpin maupun ditugaskan sebagai bawahan, dia akan menerimanya. Tidak ada pertimbangan tinggi rendahnya posisi dan jabatan, amal perbuatan akan dilakukan dengan senang hati dan kemampuan terbaiknya.


Berbuat ikhlas dimanapun dan kapanpun beradaBerbuat ikhlas dimanapun dan kapanpun berada
5. Mengutamakan keridhaan Allah. Keridhaan manusia tidak lagi menjadi tujuan dan pertimbangan amalnya. Amal perbuatan akantetap dilakukan asalkan Allah ridha, meskipun manusia membencinya.


6. Sabar terhadap panjangnya ujian. Ujian dan kesabaran ibarat dua mata koin yang tak terpisahkan. Ketegaran dalm menempuh ujian dengan kesabaran akan menumbuhkan keikhlasan. Tetap bersabar meskipun ujian yang menimpanya belum menampakkan kejelasan kapan berakhir.

7. Gembira akan kelebihan orang lain. Hal paling sulit adalah senang menerima kelebihan orang lain yang tidak kita miliki. Memberi kesempatan dan mempersilakan orang yang lebih baik dari kita untuk tampil tanpa ada rasa iri dan dendam.


Cara merawat keikhlasan


1. Menyembunyikan Amal Kebaikan. Tidak menampakkan amal dapat mendorong perbuatan ikhlas. Amal ibadah yang dilakukan tanpa diketahui orang lain hasilnya lebih ikhlas. Tidak ada yang mendorongnya untuk melakukan kebaikan kecuali karena Allah SWT semata.


2. Memandang Rendah Amal. Maksudnya adalah kita menyadari sebagai orang yang penuh dosa dan berlumur keburukan sehingga menganggap amal ibadah yang dilakukan belumlah seberapa.

3. Takut amalnya ditolak. Meskipun telah banyak melakukan amal kebaikan, namun memiliki rasa takut akan tidak diterimanya amal perbuatan itu.


4. Tidak Terpengaruh Perkataan Orang. Pujian dan celaan orang lain terhadap seseorang merupakan suatu hal yang biasa. Ketika dipuji karena beramal shaleh, membuatnya semakin tawadhu. Sebaliknya, celaan karena perbuatan amalnya tidak membuat sakit hati, justru dianggap sebagai ujian.


Semoga Allah Swt senantiasa membrikan bimbingan kepada kita agar terus berbuat ikhlas dan dijauhkan dari sifat ujub, riya’ dan takabur. Sehingga kita berhak mendapatkan predikat orang-orang yang ikhlas (Muhsinin). Serta mendapatkan anugerah keridhoan Allah Swt. Aamiin


Oleh: Umi Khoirin Nida - Mompreneur tinggal di www.annidafashion.com

SD Islam Terbaik | SD Luqman Al Hakim Surabaya | SD Islam di Surabaya | Sekolah Favorit di Surabaya | SD Favorit di Surabaya : http://integral.sch.id
Versi Online : http://integral.sch.id/?pilih=news&aksi=lihat&id=1252