Gelar Rakernas, BMH akan Kuatkan Platform Lembaga

Posted on: 7 November 2019

 

Lembaga filantropi Baitul Maal Hidayatullah (BMH) selama tiga hari, 5-7 November ini menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) di Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan kali ini akan membahas penguatan platform lembaga amil zakat (LAZ) yang inovatif, efektif, dan efisien.

 

BMH melihat kondisi lingkungan baik internal maupun eksternal serta dalam skala mikro dan makro yang semakin berubah. Untuk mengimbangi perubahan itu, BMH berupaya untuk menjadi platform zakat yang semakin baik.

 

“Kita mencoba berbenah agar pengelolaan kita semakin baik, terpercaya, dan dari sisi pengelolaan juga efisien. Bicara zakat berarti berbicara efisiensi sesuai syariah, dan ini termasuk meningkatkan trust (kepercayaan) masyarakat,” ujar Direktur Utama Laznas BMH, Marwan Mujahidin saat berkunjung ke kantor Republika, Jumat (1/11).

 

Marwan menyebut dari karakter publik yang kini sudah banyak muncul perubahan, maka tidak sedikit yang menginginkan adanya kemudahan dan transparansi. Maka inovasi menjadi hal yang mutlak dan BMH berusaha untuk memenuhi harapan tersebut.

 

Pihaknya juga berusaha meningkatkan program-program yang telah dimiliki sebagai bentuk pertanggungjawaban atas dana umat. Efektifitas diperlukan agar peningkatan ini tercapai sembari menunjukkan transparansi kepada publik.

 

“Untuk efisiensi, karena ini berbicara ibadah dan ada batasan syariahnya. Maka untuk kita berupaya semaksimal mungkin agar bisa sesuai dengan regulasi syariah sembari menjalankan pengelolaan,” kata dia.

 

BMH telah berusia 19 tahun dan tersebar di 28 provinsi serta 60 kabupaten/kota. Agustus kemarin, BMH menerima dua penghargaan dari Baznas untuk kategori pendistribusian ZIS terbaik dan kelembagaan terbaik.

 

Marwan melanjutkan, saat ini peran dunia digital dalam konteks gerakan zakat sangat luar biasa. Dengan adanya potensi dan beragam nominal yang muncul, angka ini tidak memiliki arti apa-apa jika lembaga zakat tidak melakukan hal-hal yang inovatif, khususnya pendekatan pada dunia teknologi.

 

Industri filantropi disebut semakin tumbuh dan pesat karena pendekatannya sudah memudahkan. Mulai dari proses sosialisasi, kemudahan akses, proses menjalankan program, hingga laporan kegiatan, hampir semuanya memanfaatkan teknologi. Hal ini dieprcaya dapat mendorong peningkatan dari penerimaan dana masyarakat, termasuk menaikkan kepercayaan.

 

BMH mencatat setiap tahunnya mengalami peningkatan dari target penerimaan ZIS. Dari tahun 2018 hingga 2019 ini, terjadi peningkatan hingga 30 persen.(ybh/hio/hidayatullah.or.id)

Versi cetak


Berita Terkait


« Nov 2019 »
Minggu
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
1 2 3 4 5 6 7


Layanan online manakah menurut anda yang perlu kami kembangkan ke depan?

 


Visitors :1566784 Visitor
Hits :1895116 hits
Month :4078 Users
Today : 754 Users
Online : 56 Users







Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • Soraya Pambudi

    anggada121212@gmail.com

    Surabaya Timur Pakuwon

    Pada 23-Aug-2019


    Assalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh. Mohon informasi pendaftaran sekolah untuk tahun ajaran 2020/2021. Mohon maaf apakah sekolah ini mempunyai program kelas internasional? Maksudnya apakah menerima siswa berwarganegaraan Asing?

  • Noer amelia

    Noeramelia@yahoo.com

    Surabaya

    Pada 14-Sep-2018


    Assalamualaikum...untuk biaya pendaftaran th 2019 belum ada y?apakah untuk masud sdit al hakim harus sudah lancar membaca???mohon infonya dan terima kasih

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi