Berteman dengan ADD - Attention Deficit Disorder (Peringkat 4 Nasional) - Seri 2 Habis

Posted on: 27 November 2018

 

 

 

 

Kadang aku juga bingung dengan sikap Fulan, seolah-olah dia tidak sadar bahwa apa yang dilakukan adalah salah. Mungkin yang ada di benaknya, apa yng dilakukan tadi adalah hal yang menyenangkan. Entahlah.

 

 

Dibalik kekurangannya Fulan mempunyai keistimewaan, dia sangat cinta kebersihan dan kerapian. Apabila mejaku terlihat berantakan, maka dia akan berkata, “Ustadzah mejanya  aku bersihkan ya, biar rapi dan tidak berantakan.” “Nanti saja Fulan,  kalau tugasmu sudah selesai,” jawabku.

 

Tapi dia tidak bergeming, tangan-tangan kecilnya bergerak kesana kemari merapikan buku-buku di atas meja dan taplak yang berantakan. “Sudah  rapi, Ustazah,” ujarnya. “Oke terima kasih,  sekarang  tugasmu diselesaikan ya.” jawabku

 

Dia hanya tersenyum dan duduk di atas karpet sambil diam tanpa melakukan apapun. Kupandangi  Fulan sambil tersenyum. “Ada yang sulit?’ tanyaku. “He he he,”  hanya itu yang keluar dari mulut kecilnya.

 

Ketika kudekati dan kulihat bukunya masih kosong. Hmmmm,… gumamku. “Ayo mas Fulan, Ustazah bantu,” ujarku.

 

Dia memperbaiki duduknya. Satu-persatu soal dia kerjakan dengan bantuan dan pengawasanku. Ketika aku melayani teman-temannya yang bertanya, diapun berhenti mengerjakan dan ikut memperhatikan pembicaraanku dengan temannya.  Hampir tiap hari seperti ini.

 

Membiarkannya bermain atau berlari saat jam  pelajaran memang bukanlah hal yang tepat. Tapi apalah daya aku dan patnerku, yang tidak punya bekal menangani anak-anak istimewa.  Berbagai upaya pun kami lakukan. Kadang kami memaksa Fulan untuk mengerjakan tugas di samping kami. Dengan pendampingan tugasnya bisa selesai walau tidak semua.

 

Komunikasi dengan orangtuanya pun kami lakukan dengan  intensif. Alhamdulillah orang tuanya sangat kooperatif. Hasil pemeriksaan Fulan pun kami terima. Dari sinilah akhirnya kami paham apa yang sebenarnya terjadi. Ada satu  hal yang membuat kami trenyuh. Tiap hari Fulan harus minum obat untuk mengendalikan konsentrasinya. Sampai kapan Fulan harus minum obat, orang tuanya pun tidak tahu. Obat itu hanya bertahan enam jam.

 

Di pagi hari, Fulan sangatlah tenang dan mampu menyelesaikan tugas. Menjelang Dzuhur,  Fulan seperti kehilangan kendali. Tidak ada yang bisa memaksa dia untuk mengerjakan tugas setelah jam itu. Jangankan mengerjakan tugas,  untuk duduk tenang mendengarkan materi pun,  susah ia lakukan. Oleh karena itu, ketika ada penilaian harian, maka kami berusaha agar Fulan bisa mngerjakan di awal waktu.

 

Melihat kondisi ini, diputuskan Fulan menggunakan shadow teacher.  Tidak selamanya aku bisa mendampinginya secara privat. Santriku yang lain juga butuh kehadiranku. Aku, orang tua, dan pihak sekolah berharap, dengan adanya shadow teacher. Fulan mampu menyelesaikan  tugas dengan baik. Fulan bukanlah anak yang ber IQ rendah. Kemampuannya hampir sama dengan teman-temannya yang lain, bahkan kadang lebih.

 

Dengan adanya shadow teacher, sedikit banyak tugasku agak ringan. Aku bisa lebih fokus untuk membimbing santriku lainnya.  Keadaan kelas juga lebih kondusif.

 

Di kelas 3 ini aku kembali dipercaya untuk membimbingnya. Sebelum kenaikan kelas, aku  dipanggil pihak akademik untuk melihat perkembangan Fulan. Setelah mempertimbangkan banyak hal, Fulan tetap lanjut ke kelas 3. Ada beberapa perjanjian yang dilakukan oleh pihak sekolah dan orang tua Fulan. Hal ini disebabkan, secara nilai Fulan layak untuk naik kelas, tetapi secara kemandirian dalam  proses pembelajaran, Fulan masih belum mandiri. Salah satunya adalah orang tua harus menyediakan shadow teacher.

 

Aku sudah siap Ustadzah,” kata Fulan mengagetkanku.

 

Aku menoleh padanya dan tersenyum.  Setelah selesai berdoa, satu persatu pelajaran kami lalui.  Di kelas tiga ini belum banyak perubahan dalam  diri Fulan. Dia juga masih minum obat. Kalau siang menjelang, dia tetap berlarian ke seluruh penjuru kelas. Kadang dia juga suka mempermainkan shadow teachernya. Ketika diminta menyelesaikan, dia malah berlari kesana kemari, berharap akan dikejar oleh shadownya. Atau  malah berlai ke arahku dan minta kudampingi.

 

Tidak semua orang bisa menerima kehadiran anak-anak istimewa ini.  Ada yang memandang sebelah mata. Ada yang menyalahkan orang tuanya karena tidak segera membawanya ke psikolog.

 

Sebagai gurunya kadang aku bingung. Kalau Fulan sekolah di sekolah umum, bukan inklusi, maka dia harus mengikuti aturan yang ada. Hal inilah yang kadang berlawanan dengan hatiku.  Untuk penilaian,  nilainya tidak boleh di bawah KKM. Dia harus menyelesaikan soal yang begitu banyak, sama dengan yang lain. 

 

Padahal kalau dia harus menulis dan melihat tulisan yang terlalu banyak, maka konsentrasinya akan semakin buyar, yang terjadi adalah, dia tidak mau mengerjakan dan hanya memandangi soal itu, hingga waktu penilaian berakhir. Padahal ketika di uji secara lisan,  dia mampu mengerjakan soal-soal itu, dan Fulan tidak ada mendapatkan keistimewaan.

 

Semoga engkau mampu bertahan ya nak. Allah tahu apa yang terbaik untukmu. Banyak pelajaran hidup yang ustadzah dapat darimu. Ternyata berguru tidak harus kepada yang lebih tua. Kepada anak-anak pun kita bisa mengambil banyak pelajaran hidup. Ya Allah, betapa besar karuniamu padaku yang kadang-kadang kurang kusyukuri. (habis)

 

Namaku Yuli Rakhmawati,  biasa dipanggil Rahma. Aku lahir di sebuah desa di Kabupaten Lamongan, 44 tahun yang lalu. Menjadi tenaga pengajar di SD Integral Luqman Al Hakim Surabaya adalah pekerjaanku saat ini.  Hampir 4 tahun aku bergabung menjadi keluarga besar SDI Luqman Al Hakim. Alhmadulillah dengan mengajar banyak pelajaran hidup  yang aku dapatkan untuk bekal bermuhasabah diri.  Bagiku menulis adalah sarana untuk berlatih mengolah kata-kata menjadi lebih bermanfaat.

 

 

 

 

 

Versi cetak


Berita Terkait


« Mar 2019 »
Minggu
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
24 25 26 27 28 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6


Layanan online manakah menurut anda yang perlu kami kembangkan ke depan?

 




Visitors :702397 Visitor
Hits :925481 hits
Month :3152 Users
Today : 673 Users
Online : 19 Users


https://www.facebook.com/luqmanalhakimsby/


Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • nindi

    vandro@usa.com

    surabaya

    Pada 20-Nov-2018


    asslamualaikum..

  • Noer amelia

    Noeramelia@yahoo.com

    Surabaya

    Pada 14-Sep-2018


    Assalamualaikum...untuk biaya pendaftaran th 2019 belum ada y?apakah untuk masud sdit al hakim harus sudah lancar membaca???mohon infonya dan terima kasih

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi