Generasi Juara dan Orang Tua Ber-Tauhid

Posted on: 15 October 2018

 

Subhanallah, beberapa waktu yang lalu, Khabib Nurmagomedov menjadi saksi bahwa masih ada pemuda zaman millenial ini yang peduli pada agamanya disaat pemuda lainnya lari meninggalkan agamanya demi dunia.

 

Khabib-demikian nama panggilannya- seorang pegulat asal Rusia, menjadi buah bibir di media sosial karena melakukan perbuatan tidak biasa disebuah pertandingan yang dilaksanakan di T- Mobile Arena, Las Vegas Valley, Nevada, Unitate States, 6 Oktober lalu.

 

Sesaat setelah memenangkan pertarungan sengit yang membawa dia juara, kemudian menyerang salah seorang yang menghina agama dan orang tuanya. Rupanya motif penyerangannya itu karena ia tidak tahan dengan penghinaan orang dengan agama yang diyakininya. 

 

Ia mengatakan “Kalau dirinya dihina itu biasa, tetapi kalau agama saya dihina maka akan saya tendang dia, ujarnya.

 

Sebuah sikap dan tindakan lelaki luar biasa. Ia “mengamuk” karena agamanya dihina, padahal umumnya orang mengamuk karena nama pribadinya dihina. Beginila jika tauhid sudah menghunjam dalam diri seorang muslim, ia tidak segan melakukan tindakan jika agamanya ternodai. Sebuah tauladan, seolah mengajari pemuda muslim jaman now, beginilah cara marah yang benar. 

 

Tidak berselang lama, setelah Khabib memberikan ibrah berharga tentang pentingnya melindungi image agama tauhid ini, tepatnya dua hari kemudian, masih diajang olahraga namun berbeda cabang dan pagelaran, pada 8 Oktober lalu, kembali muncul seorang gadis asal Aceh, Miftahul Jannah memberikan tauladan yang sama apiknya, kali ini dikhususkan kepada para remaja muslimah, beginilah cara mempertahanan agama dan kehormatan.

 

Gadis atlet Judo kelas 52 kg asal Aceh tersebut didiskualifikasi karena tidak mau melepaskan hijabnya, pada acara Asian Para Games 2018 yang masih berlangsung saat ini. Sebuah tindakan yang aneh namun mendapatkan apresiasi luar biasa dimata publik.

 

Dengan kata yang lantang dan jelas ia mengatakan “ Lebih baik didiskualifikasi daripada disuruh menaggalkan hijab”. Ucapnya. 

 

Pentingnya Peran Orang Tua Tauhid

Tak diragukan lagi, tindakan keberanian Khabib Nurmagomedov dan Miftahul Jannah bukanlah kebetulan. Tentu ada “pelatih” yang memoles kehidupannya semenjak kecil. Keberanian, ketegasan pada prinsip hidup pada nilai-nilai Islam yang dipegangnya adalah sebuah manifestasi iman dalam dirinya.

 

Dalam hal ini, tentunya campur tangan orang tua dalam membentuk generasi tauhid semacam ini tidak bisa dipungkiri. Orang tua tauhidlah yang mampu memerankan ini semua. Tanpa adanya desain dari orang tua bertauhid tidak mungkin lahir generasi bertauhid.

 

Dalam mencari contoh orang tua tauhid maka mari kita lihat kisah nabi Yakub alaihissalam dengan putranya ketika ia menjelang wafat.

 

"Adakah kamu hadir ketika Yaqub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya"

 

Begitu juga dengan kisah Luqmanul Hakim dalam Al Quran, bagaimana ia selaku orang tua sekaligus pendidik yang mampu merawat dan mengajar anak-anaknya agar tidak menyekutukan Allah alias tetap pada fitrah tauhidnya. 

 

"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar"

 

Dalam buku Golden Ways Anak Sholeh, karya ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin, Lc, mengajarkan agar anak menjadi anak saleh, langkah yang harus dilakukan orang tua adalah mendidik secara benar, mengikat anak dengan syariat Allah dan sunnah Rasul-Nya, menguatkan dengan tauhid, mengembalikan kepada aqidah yang lurus, ibadah yang benar dan akhlaq yang mulia, sehingga mereka tumbuh dewasa di atas ketakwaan dan kebaikan. 

 

Sebagai penutup, mari kita terus memproduksi generasi bertauhid. Sebagaimana yang telah diperagakan Khabib Nurmagomedov dan Miftahul Jannah. Ia menjadi contoh nyata pemuda tauhid dalam masa kekinian. Tentulah orang tuanya pun paham cara mendidik anaknya dengan masa kekinian pula dengan tidak melepaskan nilai-nilai tauhid. Wallahu alam bissowab.

 

By : Ust. Syamsul Alam Jaga, Guru SD Luqman Al Hakim Surabaya

Versi cetak


Berita Terkait


« Nov 2018 »
Minggu
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 1
2 3 4 5 6 7 8


Layanan online manakah menurut anda yang perlu kami kembangkan ke depan?

 




Visitors :451148 Visitor
Hits :627059 hits
Month :3382 Users
Today : 577 Users
Online : 16 Users


https://www.facebook.com/luqmanalhakimsby/

Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • Noer amelia

    Noeramelia@yahoo.com

    Surabaya

    Pada 14-Sep-2018


    Assalamualaikum...untuk biaya pendaftaran th 2019 belum ada y?apakah untuk masud sdit al hakim harus sudah lancar membaca???mohon infonya dan terima kasih

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi