Gadget Sayang Anak

Posted on: 13 September 2018

 

Manusia era 80 atau 90an kala itu sangat familiar dengan Personal Computer (PC), bahkan benda tersebut termasuk benda mewah yang tidak setiap keluarga mampu memilikinya. Lalu, perkembangan teknologi mengantarkan kita kepada hadirnya telepon genggam atau hp.

 

Bersamaan dengan itu mulai lahir komputer jenis baru yang portabel alias laptop. Tak butuh waktu lama, hp melengkapi dirinya dengan kemampuan berbagai aplikasi yang bisa dimiliki penggunanya, lahirlah smartphone. Saat ini, perkembangan teknologi digital semakin canggih, bukan lagi sekedar smartphone yang marak digunakan, laptoppun mengalami perkembangan. Inilah eranya gadget (gawai).

 

Pesatnya perkembangan teknologi digital memberikan warna tersendiri dalam kehidupan manusia, baik manusia dewasa maupun anak-anak. Dunia terasa semakin sempit karena setiap informasi apapun dari belahan bumi manapun bisa dengan cepat diketahui tanpa harus menunggu lama dan bersusah payah mendapatkannya. Cukup dengan memainkan jari saja.

 

Hari gini, siapa yang tidak kenal gadget ? Bahkan sebagian besar penduduk bumi memiliki salah satu jenis gadget , bahkan bisa memiliki dua atau tiga jenis gadget . Kepopuleran gadget merata, baik di kalangan dewasa, tak terkecuali jugadi kalangan anak-anak kita.Sebagian besar anak-anak bahkan telah mahir menggunakannya. Baik itu berupa smartphone, tablet, laptop, notebook ataupun netbook. Sayangnya, belum semua orang tua ataupun orang dewasa yang berada di sekitar anak memiliki kepekaan dan kemampuan membimbing mereka dalam menggunakan salah satu hasil dari teknologi yang sedang tren saat ini.Tulisan ini akan memaparkan sedikit strategi praktis untuk orang tua dalam memanfaatkan gadget bersama anak-anaknya, terutama anak usia lima tahun ke atas.

 

Ajarkan tentang Literasi Teknologi

Usia anak sekolah dasar sekitar 6 sampai dengan 12 tahun adalah usia yang bisa dibilang rentan terhadap penggunaan gadget yang salah guna atau tidak tepat penggunaannya. Mereka mudah tertarik kepada aplikasi-aplikasi dunia game atau konten-konten di media daring yang membuat mereka penasaran. Oleh karena itu, orang tua punya peranan penting untuk mengedukasi anak agar mereka memiliki literasi teknologi. Sekolah menjadi institusi pendukung dan penguat kemampuan literasi teknologi pada anak.

 

Sebelum anak berselancar dengan gadget nya atau gadget orang tuanya, maka sangatlah bijak jika orang tua terlebih dahulu mengajak anak untuk mengenal gadget yang dimiliki atau yang ada di rumah. Misalnya saja, ayah dan bunda memiliki agenda bersama anak mengenalkan smartphone yang ada di rumah, apa saja kegunaannya, bilamana digunakan, bagaimana merawat dan tata cara penggunaannya serta hal-hal lainnya yang penting untuk menjadikan anak pengguna gadget yang cerdas. Termasuk tentang bahaya yang mengintai jika menggunakan gadget secara berlebihan. Sampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak tentang bahaya radiasi dari gadget untuk kesehatan mata dan otak manusia.

 

Bahkan, ayah atau ibu perlu membuat kesepakatan dengan anak-anak atau anggota keluarga yang lain tentang waktu penggunaan gadget tiap hari dan untuk keperluan apa saja diperbolehkannya anak menggunakan gadget , baik milik pribadi ataupun meminjam gadget orang tuanya.

 

Anda, sebagai orang tua boleh merasa bangga pada anak anda yang telah memiliki literasi teknologi gadget saat kebanyakan anak lainnya masih lebih banyak menggunakan waktu bersama gadget nya untuk bermain game atau menonton video. Inilah pentngnya orang tua membimbing mereka agar bisa memanfaatkan gadget secara optimal untuk kepentingan anak. Misalnya saja, kita ajarkan dan dampingi anak untuk memilih game yang tepat sesuai kebutuhan mereka di usianya. Games yang menunjang kecepatan berhitung atau games yang menunjang keakraban dengan sesamanya.

 

Gadget Penunjang Belajar

Saat ini, gawai menjadi kebutuhan harian dalam keluarga sebagai penunjang aktivitas anggota –anggota keluarga. Bisa jadi,dalam satu keluarga ada beberapa jenis gadget selain smartphone, seperti laptop, netbook atau notebook. Anak-anak bisa dikenalkan program-program sederhana yang ada pada laptop, netbook atau notebook kita. Tak ada salahnya anak juga diminta mencoba menggunakan aplikasi atau program-program sederhana tersebut.

 

Suatu saat mungkin orang tua akan membutuhkan bantuan sang anak untuk menyelesaikan suatu urusan yang membutuhkan pada penggunaan aplikasi atau program-program tersebut. misalnya saja, seorang ibu yang memiliki online shop ingin membuat laporan pemasukan dalam waktu satu bulan bisa saja meminta anaknya untuk membantunya membuatkan laporan pemasukan sederhana dengan menggunakan program excel.

 

Begitu juga,seorang ayah yang akan mempersiapkan presentasi di kantornya bisa meminta bantuan sang anak untuk mengetikkan poin-poin penting isi presentasinya dengan program power point. Hal-hal sederhana tersebut akan menjadi pengalaman berharga bagi anak sekaligus informasi berharga tentang fungsi suatu program atau aplikasi pada gadget.

 

Kita juga bisa menunjukkan penggunaan gadget yang membantu mereka semakin mengetahui, bahkan memahami materi-materi pelajaran yang telah mereka terima di sekolah.

 

Contohnya, saat saya mendapat pertanyaan dari anak tentang bentuk bunga jagung, saat itu dia sedang membaca buku paket IPA. Segera saya minta padanya untuk mengambil smartphone saya dan saya pandu dia untuk mencari apa yang dia tanyakan.

 

Alhamdulillah, sejak saat itu puteri saya bisa menggunakan smartphone sebagai salah satu alat bantunya dalam belajar. Guru di sekolah juga bisa mengarahkan para siswanya untuk bisa memanfaatkan gadget sebagai alat bantu memahami materi pelajaran yang sudah diajarkan.

 

Misalnya saja, pada salah satu bab dalam mapel IPA sekolah dasar materi tentang tata surya. Dulu, saya belajar tentang jumlah planet ada sembilan, termasuk Pluto. Namun, saat ini seiring dengan semakin canggihnya iptek para ilmuwan telah menyatakan bahwa Pluto tidak termasuk kategori planet, walaupun begitu Pluto masuk dalam istilah “planet kerdil”. Guru bisa mengarahkan siswa untuk berselancar di dunia internet mencari tahu apa itu planet kerdil, lalu kriteria planet apa saja sehingga siswa akan semakin mudah memahami materi yang telah diajarkan di sekolah. Biasanya, anak akan semangat dan tertarik untuk “searching-searching” di internet daripada membaca referensi-referensi dari buku.

 

Era digital saat ini juga bisa membawa perubahan dalam membuat media belajar atau tugas siswa di sekolah. Misalnya tugas membuat kliping tidak lagi berisi guntingan-guntingan koran atau majalah, tapi artikel-artikel yang diambil dari media online terpercaya. Anak akan belajar bagaimana memindahkan artikel yang bersumber dari media online ke dalam bentuk word atau pdf. Hal lain yang bisa kita lakukan dengan gadget bersama anak adalah memantik kreativitas mereka. Di sekolah-sekolah dasar bisa mencoba membuat majalah dinding (mading) yang dibuat tiap kelas atau mading sekolah yang isinya adalah semua karya siswa dalam bentuk gambar dan tulisan hasil dari pemanfaatan gadget . Ada puisi yang diketik dengan menggunakan laptop, atau foto-foto kegiatan ekstra kurikuler hasil jepretan kamera smartphone dan lain sebagainya. Hal ini akan semakin menyenangkan bagi para siswa jika sesekali diadakan kompetisi mading dengan memanfaatkan gadget sebagai sarana dalam kompetisi tersebut.

 

Gadget pada Momen Penting

Momen penting di sekolah seperti lomba antar kelas atau peringatan hari-hari besar nasional yang diselenggarakan di sekolah bisa kita jadikan sarana untuk menumbuhkembangkan kreatifitas anak dalam menggunakan gadget . Kita sering lupa mengikutsertakan anak-anak turut aktif dalam sebuah kegiatan besar yang terjadi di sekitar kita. Hanya momen-momen tertentu saja mereka diikutsertakan dan biasanya memang momen yang khusus untuk anak-anak. Misalnya saja, festival anak sholeh, lomba TPA atau TPQ, perlombaan 17 Agustus bagian lomba anak-anak, selain itu kita sering sekali terlupa untuk melibatkan mereka.

 

Mulai saat ini libatkan anak-anak dengan gadget nya di berbagai momen penting. Misalnya, pada momen Idul Qurban panitia membuat khusus divisi kepanitiaan anak. Tugasnya adalah mendokumentasikan prosesi kurban dari awal sampai akhir. Sebelumnya, anak bisa kita tugaskan untuk mencari tahu tentang tata cara kurban melalui gadget, atau bisa dibuat kompetisi agar anak-anak bertambah semangat dan serius memanfaatkan gadget untuk hal-hal positif. Misalnya saja, perlombaan membuat dokumentasi acara perayaan 17 Agustus di sekolah dalam bentuk foto atau video. Tugas ataupun perlombaan yang sederhana ini juga bisa menjadi salah satu cara mereka belajar tentang fotografi sederhana dan pembuatan gambar dengan multimedia atau fasilitas yang ada pada gadget.

 

Jika kita senantiasa menuntun mereka menggunakan gadget pada hal-hal positif, maka mereka akan memiliki maklumat tentang fungsi gadget sebagai sarana memudahkan manusia menjalankan aktivitasnya, bukan hanya sekedar untuk hiburan.

 

Momen liburan keluarga juga dapat kita jadikan sarana anak belajar menggunakan gadget dengan pintar. Mulai dari menentukan tempat berlibur atau tempat wisata. Biarkan anak mencari tahu informasi tempat-tempat wisata yang menjadi alternatif pilihan, hingga mereka akhirnya menentukan tempat yang menjadi tujuan wisata keluarga. Jika libur sekolah ingin di rumah saja, maka kita bisa usulkan kepada anak-anak untuk membuat makanan spesial. Kita minta mereka mencari tahu dahulu resep masakan juga peralatan apa saja yang dibutuhkan, serta bahan-bahannya. Guru dapat memberikan sayembara kepada siswa saat liburan tiba siapa yang memiliki cerita unik saat liburan tiba dengan memanfatkan gadget bersama keluarga, dialah yang akan diberi gelar “Generasi Z paling OK”.

 

Ada banyak cara lainnya untuk membuat anak akhirnya mengerti bahwa gadget hendaknya digunakan sebagai alat bantu manusia dalam menjalankan aktivitas keseharian. Orang tua dan guru sangat dibutuhkan sinergisitasnya untuk mengarahkan generasi Z ini agar berhasil melalui zamannya dengan excellent. Jika ada banyak hal menarik yang bisa didapatkan dalam menggunakan gadget, mengapa hanya terbatas untuk main game atau chatting ngalor ngidul ? manusia pembuat teknologi, selayaknyalah menjadi pengendali teknologi, bukan sebaliknya.*/Eksi Achmad, pemerhati pendidikan dan keluarga (hidayatullah.com)

Versi cetak


Berita Terkait


« Oct 2018 »
Minggu
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
30 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10


Layanan online manakah menurut anda yang perlu kami kembangkan ke depan?

 




Visitors :385685 Visitor
Hits :550969 hits
Month :2910 Users
Today : 519 Users
Online : 17 Users


https://www.facebook.com/luqmanalhakimsby/

Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • Noer amelia

    Noeramelia@yahoo.com

    Surabaya

    Pada 14-Sep-2018


    Assalamualaikum...untuk biaya pendaftaran th 2019 belum ada y?apakah untuk masud sdit al hakim harus sudah lancar membaca???mohon infonya dan terima kasih

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi