Bangun Budaya Santun Siswa Melalui Penyambutan Pagi

Posted on: 30 March 2018


 

Seorang anak perempuan kelas satu itu menangis di depan gerbang masuk sekolahan setelah turun dari mobil orang tua yang mengantarkannya. Mengetahui salah satu muridnya menangis dengan sigap salah seorang ustadzah yang melakukan penyambutan pagi itu mendekati sambil memeluknya. Anak pinter kok menangis, ayo masuk kelas sudah ditunggu ustadzah. Namun si anak tetap menggelengkan kepalanya sambil menangis terisak-isak. Dibelai kepala si anak oleh ustadzahnya sambil dibisikan kalimat, pingin jadi anak pintar kan, si anakpun menganggukkan kepalanya. Lanjut ustadzah, anak pintar harus rajin sekolah, patuh sama orang tua dan ustadz-ustadzahnya, anak pintar tidak boleh menangis kalau berangkat sekolah, harus semangat. Dengan tatapan matanya kepada ustadzah si anak menganggukan kepala dan akhirya mau masuk gerbang sekolah. Dengan rasa kasih sayang digandenglah tangan si anak sampai masuk ke kelasnya.

 

Penyambutan siswa yang dilakukan oleh guru pagi hari di depan gerbang sekolah secara tidak langsung telah memberikan teladan kepada siswanya tentang bagaimana berlaku santun saat bertemu dengan guru atau orang lain dan memberikan dampak posistif luar biasa untuk membangun motivasi anak dalam mengikuti pembelajaran.

 

Membangun budaya santun bukan hanya sekedar memberikan pengertian kepada siswa tentang sikap santun di dalam proses pembelajaran, namun yang lebih penting dan efektif adalah memberikan keteladanan.

 

Di era digital yang super canggih ini lambat laun telah melunturkan sikap santun anak-anak kepada orang lain. Anak-anak sudah tidak dapat menghargai orang lain bahkan dengan guru dan orang tuanyapun mereka dapat bersikap keji. Banyak kita temukan di media massa berbagai kasus perilaku anak yang keji baik kepada temannya, gurunya, bahkan orang tuanya. Kasus yang menghebohkan dunia pendidikan yang baru-baru ini terjadi di Sampang, Madura, seorang siswa menghajar gurunya pada saat proses pembelajaran yang pada akhirnya guru tersebut tewas.

 

Masih banyak kejadian serupa tentang perilaku anak yang sangat keji. Perilaku ini telah merasuki jiwa anak sehingga rasa kasih-sayang kepada sesama dan rasa hormat kepada orang tua dan gurunya telah pudar. Tidak dapat dipungkiri salah satu efek negatif dari era digital yang super canggih ini adalah lunturnya sikap menghargai antar sesama, rasa kasih-sayang, dan rasa hormat kepada yang lebih tua, guru, maupun orang tuanya.

 

Jika hal ini dibiarkan berlarut maka generasi yang akan datang sudah sangat sulit membedakan antara yang hak dan yang bathil, mereka hanya akan mengetahui bahwa keinginannya harus dipenuhi, tanpa mempedulikan kasih-sayang dan sopan-santun. Dari sinilah pentingnya pembentukan karakter bagi generasi bangsa. Pengembangan karakter bangsa hanya dapat dilakukan melalui pengembangan karakter individu seseorang. Akan tetapi, karena manusia hidup dalam ligkungan sosial dan budaya tertentu, maka pengembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan sosial dan budaya yang bersangkutan. Artinya, pengembangan budaya dan karakter bangsa hanya dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan sosial,budaya masyarakat, dan budaya bangsa (Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, Kemendiknas, 2010). Dunia pendidikan sebagai salah satu ujung tombak pembentukan karakter anak diharapkan mampu mengatasi persoalan tersebut.

 

Bentuk-bentuk kegiatan yang bagaimana yang dapat membangun rasa kasih sayang dan sopan santun anak didik?

 

Membangun rasa kasih sayang dan sopan santun kepada anak didik tidak dapat dikakukan hanya dengan memberikan ceramah, mengingtakan dengan lisan namun juga harus diberikan keteladanan. Salah satu bentuk keteladanan yang dapat diberikan adalah dengan melakukan penyambutan siswa di pagi hari.

 

Penyambutan siswa di pagi hari di depan gerbang sekolah yang dilakukan oleh guru 30 menit sebelum bel tanda masuk berbunyi, memiliki dampak positif yang luar biasa :

 

Siswa

  • Siswa akan merasa nyaman dan tenang memasuki gerbang sekolah ketika melihat penyambutan gurunya yang penuh kasih sayang
  • Siswa merasa diberikan perhatian oleh gurunya
  • Siswa akan merasa adanya kedekatan emosional dengan gurunya
  • Siswa akan merasa bersalah jika bersikap tidak baik
  • Sapaan salam guru kepada siswa memberikan motivasi tersendiri bagi diri anak.
  • Secara berangsur siswa akan malu untuk terlambat datang ke sekolah
  • Siswa telah diberikan keteladanan bersikap sopan santun
  • Siswa telah diberikan keteladanan menghargai orang lain, menghormati guru.

 

Guru

  • Lebih cepat mengetahui kondisi awal sikap atau motivasi anak didiknya
  • Dapat memberikan penanganan lebih awal jika ada siswa yang bad mood atau kurang motivasi.
  • Adanya kedekatan emosional dengan siswanya
  • Memberikan keteladanan kedisiplinan, kasih sayang dan menghormati orang lain kepada anak didiknya.
  • Dapat menumbuhkan semangat belajar anak didiknya

 

Di atas tersebut mungkin hanyalah sebagian kecil manfaat penyambutan siswa di pagi hari dan masih banyak dampak posistif luar biasa lainnya.

 

Jika setiap sekolah dapat menerapkan hal tersebut, saya yakin pada masa yang akan datang akan tumbuh generasi bangsa yang penuh kasih sayang, sopan santun , menghargai orang lain dan menghormati yang lebih tua. Perilaku-perilaku keji anak didik akan tereliminasi dnegan sendiri oleh keteladanan sang guru.

 

Selamat Berjuang Guru Indonesia! Keikhlasan hatimulah yang akan membangun generasi masa depan bangsa kita.

Oleh : Ust. Heri Murtomo, S.Pd (Pengajar Sekolah Integral Luqman Al Hakim)

Versi cetak


Berita Terkait


« Aug 2018 »
Minggu
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8


Layanan online manakah menurut anda yang perlu kami kembangkan ke depan?

 




Visitors :329219 Visitor
Hits :485527 hits
Month :2067 Users
Today : 366 Users
Online : 8 Users


https://www.facebook.com/luqmanalhakimsby/

Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi