Menguak Tabir Potensi Anak Usia Sekolah Dasar (2 - Habis)

Posted on: 6 March 2018

 

Pada masa usia sekolah dasar pikiran anak berkembang secara berangsur-angsur dan tenang, pengetahuannya berkembang secara pesat, minat pada segala sesuatu yang bergerak, ingatan mencapa intensitas paling besar dan paling kuat, daya menghafal dan daya memorinya paling kuat, dan anak mampu  memuat jumlah materi ingatan paling banyak (Kartono, Kartini, 1990).

 

Dengan kemampuan kognitif anak yang sangat besar dan kuat itulah maka pada masa usia sekolah dasar ini adalah masa paling tepat untuk membentuk sikap berprestasi dan karakter positif lainnya. Jika masa emas atau masa peka ini dibiarkan berlalu begitu saja tanpa dioptimalkan maka yang terjadi adalah sebaliknya, jika kelak dewasa anak tidak memiliki sikap berprestasi semua itu adalah hasil dari masa usia sekolah dasar.

 

Untuk dapat mengembangkan kemampuan secara optimal pada masa ini anak sudah membutuhkan lingkungan yang lebih luas, lingkungan keluarga sudah tidak lagi mampu memberikan fasiltas untuk mengembangkan fungsi-fungsi intelektual anak, maka anak memerlukan suatu lingkungan sosial yang baru dan lebih luas yaitu sekolah.

 

Dari lingkungan sekolah inilah kemampuan anak daapt dikembangkan secara optimal baik kemampuan intelektual maupun emosional dan spiritualnya. Pada masa ini juga anak-anak mulai tertarik dengan hal-hal rumit bahkan untuk pelajaran berhitung yang rumit-rumit mulai disukai.

 

Dengan kondisi perkembangan intelektual yang begitu pesat maka masa ini disebut juga dengan masa peluang emas. Di masa inilah segala potensi anak dapat diketahui dan dikembangkan secara optimal. Kesuksesan anak pada masa dewasa kelak bergantung pembentukan sikap pada masa usia sekolah dasar. Begitu juga dengan karakter-karakter positif lainnya, jika pada masa ini kurang dikembangkannya pembentukan karakter-karater yang positif maka sikap pada waktu dewasapun menjadi kurang baik.

 

Pada masa usia sekolah dasar inilah masa potensi terbesar anak untuk dapat dikembangkan dan dioptimalkan sehingga pada dewasa kelak akan menjadi anak yang sukses dengan sikap dan perilaku yang memliki emosional, spiritual, dan intelektual yang tinggi.

 

Jika pada masa ini dibiarkan berlalu tanpa adanya pembiasaan untuk memebentuk karakter positif dan mengembangkan kemampuannya maka yang terjadi adalah sebaliknya. Dan yang paling berbahaya adalah jika kita tidak mampu dan tidak tahu perkembangan perilaku anak pada masa ini.

 

Bagi banyak orang tua masa usia sekolah dasar adalah masa yang menyulitkan karena pada masa ini anak tidak mau lagi menuruti perintah orang tua dan dimana ia lebih banyak dipengaruhi oleh teman-teman sebayanya. Inilah tantangan terberat bagi orang tua ketika anak-anak mencapai masa usia sekolah dasar padahal disatu sisi inilah masa emas untuk mengembangkan potensi dan sikap atau karakter positif anak.

 

Disinilah peran dan sikap orang tua sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan pengembangan potensi anak. Sikap orang tua yang tenang dan bijaksana, mengutamakan kasih sayang dan tidak dengan ancaman atau kekerasan. Jika orang tua memberikan sikap tersebut maka anak akan merasa nyaman dan tenang dalam melakukan aktifitasnya dan mengembangkan dirinya, merasa enjoy sehingga akan tumbuh rasa percaya diri akan kemampuannya. Namun justru sebaliknya di saat anak berada di lingkungan sekolah anak membutuhkan ketegasan dari pendidik. Disiplin sekolah dan kewibawaan para guru memberikan kegairahan belajar anak. Tidak jarang anak terikat hatinya dengan guru.

 

Menanamkan pembiasaan untuk berperilaku posiitif, membentuk karakter yang baik, menguatkan tingkat spiritual, dan membangun emosional agar menjadi anak yang sholih-sholihah merupakan bentuk pembentukan karakter yang akan sangat mudah dan memiliki potensi luar biasa untuk dapat dikembangkan di sekolah dasar. Jika hal tersebut sudah menjadi budaya di sekolah dasar maka kelak sampai dewasa anak sudah terbentuk memiliki kepribadian yang baik. Namun sebaliknya jika sekolah dasar tidak dapat memanfaatkan peluang emas ini dengan baik, maka kelak generasi kita akan menjadi generasi yang lemah. Disinilah peran utama pendidikan di sekolah dasar. Bagaimana menurut saudara?

 

Oleh: Ust. Heri Murtomo, S.Pd (Koordinator Akademik SD Luqman Al Hakim Surabaya)

Versi cetak


Berita Terkait


« May 2018 »
Minggu
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9


Layanan online manakah menurut anda yang perlu kami kembangkan ke depan?

 




Visitors :259940 Visitor
Hits :403720 hits
Month :1770 Users
Today : 392 Users
Online : 14 Users


https://www.facebook.com/luqmanalhakimsby/

Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi