Kembalikan Surga Itu ke Rumahku

Posted on: 8 January 2018

 

Ayah bunda please keep watching… Awasi terus anak-anak kita sedang dimana dan sedang apa. Jangan sampai lengah. Ambil handphone dari tangannya. Jauhkan TV dari rumah kalau tak ada pengawasan, sebelum datang penyesalan tiada akhir.

 

Antara sedih, marah, khawatir, takut dan emosi bercampur jadi satu macam makan gado-gado yang sudah bau. Bikin mual Ya… itu saat saya baca sebuah postingan di Facebook seorang ibu curhat kalau putranya usia 11 tahun berhubungan seks dengan sepupunya sendiri yang masih duduk di kelas satu SD saat ditinggal orangtuanya umrah 10 hari.

 

Kesulitan demi kesulitan yang mesti dihadapi emak-emakmillennia makin parah. Makin terpojok. Apalagi saat penguasa menyatakan bahwa perbuatan zina dan LGBT bukanlah perbuatan kriminal.

 

Semakin sering saya dengar, saya baca postingan-postingan kasus pelecehan seksual terutama pada anak-anak.

 

Di sebuah sekolah di kota saya, seorang ibu mendapati anaknya yang masih duduk di kelas 1 SD sedang melakukan ma*t*rbasiShock! Itulah yang dirasakan Si Ibu. Tapi ia masih bisa berfikir jernih. Pelan-pelan didekatinya putra tercinta. Ditanyakan apa yang terjadi, siapa yg mengajarkan. Butuh waktu sehari hingga anak yang masih ingusan itu mengatakan pada ibunya kalau ia diajarkan oleh teman sekelasnya. Ya Allah, Ya Rabb!

 

Tidak berlama-lama beliau menghadap guru kelas putranya untuk menyampaikan apa yang terjadi. Tak berbeda dengan apa yang dilakukan walimuridnya, Bu Guru menanyakan pada muridnya satu persatu. Dan hasilnya, Astaghfirullah. Double shock! Hampir semua anak laki-laki sudah diajarkan ma*t*rbasi oleh siswa itu. Seorang anak yang ayah ibunya sibuk, anak diberikan handphone plus wifi di rumah yang tentunya tanpa pengawasan.

 

Ayah, Bunda, Yuk kembali kerumah…

Didik anak-anak kita sebagaimana Muhammad Al Fatih sang Penakluk Konstantinopel,

Didik mereka dengan Al Quran Dan As Sunnah,

Lindungilah mereka ditengah carutmarutnya sistem,

Kembalikan fungsi ibu sebagai al umm warobatul baits, ayah sebagai qowam dan pencari nafkah.

Berikan pada anak-anak semua yang halal dan thoyyib. Mari doakan mereka di sepertiga malammu.

Ya Allah.. lindungilah anak-anak kami.

 

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

(Rabbi habli minash shalihin)

“Wahai Rabbku, berilah aku keturanan yang shalih.”

رَبّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

(Rabbi) Inni uidzuha bika wa dzurriyyataha minasy syaithanir rajim)

 “Dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk.”

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

(Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata ayun wajalna lilmuttaqina imama)

“Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

رَبِّ) اجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

(Rabbi) ujnubni wa baniyya an nabudal ashnam)

“(Wahai Rabbku), jauhkanlah aku dan keturunanku dari menyembah berhala-berhala.”

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

(Rabbij alni muqimash shalah wa min dzurriyyati wa taqabbal dua)

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

(A’udzu bikalimatillahit tammah wa min kulli syaithanin wa hammah wa min kulli ain lammah)

“Aku melindungkan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan penyakit yang beracun dan dari setiap mata yang menyakiti.”

اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِى الدِّينِ  dan اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِى الدِّينِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيلَ

(Allahumma faqqihhu fid din) (Allahumma faqqihhu fid din wa allimhut tawil)

“Wahai Allah, Fahamkanlah dia perkara agama”

“Wahai Allah, fahamkanlah dia perkara agama dan ajarkanlah tafsir Al Quran.”

اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ

(Allahumma aktsir malahu wa waladahu wa barik lahu fima athaitahu)

 

“Wahai Allah, perbanyaklah harta dan anaknya serta berkahilah selalu baginya apa yang telah Engkau berikan kepadanya.” Amin ya Rabbal alamin.*/Eny Purwanti,  Kumala Timur – Graha Bunder Asri Kebomas Gresik (hidayatullah.com)

Versi cetak


Berita Terkait


« Apr 2018 »
Minggu
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12


Layanan online manakah menurut anda yang perlu kami kembangkan ke depan?

 




Visitors :219424 Visitor
Hits :354438 hits
Month :1751 Users
Today : 462 Users
Online : 16 Users


https://www.facebook.com/luqmanalhakimsby/

Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi