Keutamaan Bulan Muharram

Posted on: 11 August 2021

Tak terasa kita sudah memasuki bulan Muharram. Bulan Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala. Ia termasuk bulan-bulan haram yang memiliki keistimewaan tersendiri disisi Allah Ta’ala.



Berkaitan dengan ini Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan Bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.” (QS. At-Taubah:36)


Disebutkan bahwasanya empat bulan haram adalah sebagaimana yang dimaksudkan dalam sebuah hadits Nabi. Dari Abu Bakrah radhiyallahu anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadits Tsani dan Sya’ban.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)


Menarik kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, ”Dinamakan bulan haram karena dua makna, Pertama: pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan/peperangan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian. Dan kedua: pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.”


Ibnu Abbas mengatakan, ”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci. Melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” Bulan Muharram juga disebut syahrullah (bulan Allah). Hal ini berdasar hadits Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam: ”Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)


Al-’Iraqiy pernah berkata: ”Apa hikmah bulan Muharram disebut dengan syahrullah (bulan Allah), padahal semua bulan adalah milik Allah?” Beliau rahimahullah menjawab, ”Disebut demikian karena di bulan Muharram ini diharamkan pembunuhan. Juga bulan Muharram adalah bulan pertama dalam setahun.”


Inilah salah satu keistimewaan bulan Muharram karena ia disebut syahrullah yaitu bulan Allah. Dengan ia disandarkan pada lafazh jalalah Allah maka inilah yang menunjukkan keagungan dan keistimewaannya. Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam sendiri tidak pernah menyandarkan bulan lain pada Allah Ta’ala kecuali bulan Muharram.


Baca juga: Reaktualisasi Spirit Muharram


Mengingat begitu besarnya kemuliaan dan keistimewaan bulan Muharram maka hendaknya setiap muslim menyambut dengan sungguh-sungguh untuk beramal sholeh. Serta tidak lupa menjadikan bulan Muharram sebagai momentum terbaik untuk bermuhasabah. Maka ada beberapa hal yang harus dilakukan umat muslim agar tidak terluput dari kebaikannya.


Pertama: Memperbanyak amal sholeh. Amal sholeh yang dimaksudkan adalah amal sholeh apa saja, baik itu memperbanyak sholat sunnah, puasa sunnah, dzikir, baca Al-Qur’an, berinfak, dan lain sebagainya. Terkhusus pada tanggal 10 Muharram hendaknya umat muslim melakukan puasa Asyuro sebagaimana hadits Nabi: “Sebaik-baik puasa/shaum setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram…” (HR. Muslim)


Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wasallam melakukan puasa hari Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata: “Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani.” Lantas beliau mengatakan, “Apabila tiba tahun depan –jika Allah menghendaki– kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan, “Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim)


Dalam syarah Muslim, Imam Syafi’i dan beberapa ulama mazhab Syafi’i, Imam Ahmad, Ishaq, dan selainnya mengatakan bahwa dianjurkan (disunnahkan) puasa/shaum pada hari kesembilan dan kesepuluh sekaligus; karena Nabi shallallahu ’alaihi wasallam berpuasa pada hari kesepuluh dan berniat (berkeinginan) berpuasa juga pada hari kesembilan.


Adapun fadhilah puasa Asyuro adalah bisa menghapus dosa setahun yang lalu. Dalam sebuah hadits disebutkan: “…Beliau (Nabi) juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).


Kedua, sebagai momen muhasabah dan instropeksi diri. Semestinya seorang muslim tiap saat selalu melakukan muhasabah. Kalo tidak bisa maka dalam sehari hendaknya dia bermuhasabah walaupun sekali. Kalau masih berat, muhasabah tiap pekan. Jikalau tidak bisa juga maka tiap bulan.


Baca juga: Sambut Milad Hidayatullah


Nah, kalau juga masih berat melakukannya maka paling tidak ia hendaknya muhasabah setahun sekali. Maka inilah momen terbaik dalam bulan Muharram untuk bermuhasabah dan instropeksi diri. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)


Umar bin Khatthab radhiyallahu ’anhu berkata: ”Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab dan timbanglah amalmu sebelum kamu ditimbang nanti dan bersiap-siaplah untuk hari menghadap yang paling besar (hari menghadap Allah).” Maimun bin Mahran rahimahullah berkata: “Tidaklah seorang hamba menjadi bertaqwa sampai dia melakukan muhasabah atas dirinya lebih keras daripada seorang teman kerja yang pelit yang membuat perhitungan dengan temannya”.


Ketiga, Bulan Muharram mengingatkan kita pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Berhijrah memiliki makna yang luas, selain hijrah dalam artian fisik, hijrah juga bisa dimaknai meninggalkan atau menjauhi perkara buruk menuju kebaikan. Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Dan Al-Muhaajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan larangan Allah”. (HR. Bukhari dan Muslim)


Pentingnya hijrah maka ia banyak disebutkan dalam Al-Qur’an. Salah satunya adalah akan mendapatkan rahmat Allah sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al-Baqarah: 218)


Terakhir, menyambut bulan Muharram atau tahun baru hijriyah ini tidaklah perlu dengan berhura-hura atau melakukan ritual tertentu. Mari kita praktekkan sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi yang kita cintai yakni Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dengan memperbanyak amal sholeh.


Dan mari kita jadikan bulan Muharram ini sebagai momen terbaik untuk kita bermuhasabah dan instropeksi diri serta menyedot spirit hijrah Rasulullah dan para Sahabatnya. Wallahu a’lam bishshowab.


Oleh: Ust. Hidayatullah, M.Ag - Pimpinan Pondok Tahfidz Quran Putri Ashaabul Kahfir Hidayatullah Bekasi, Jawa Barat

Versi cetak


Berita Terkait


Visitors :5192038 Visitor
Hits :6639776 hits
Month :2824 Users
Today : 148 Users
Online : 10 Users






Sekolah Tahfidz


Sekolah Para Juara






Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • Soraya Pambudi

    anggada121212@gmail.com

    Surabaya Timur Pakuwon

    Pada 23-Aug-2019


    Assalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh. Mohon informasi pendaftaran sekolah untuk tahun ajaran 2020/2021. Mohon maaf apakah sekolah ini mempunyai program kelas internasional? Maksudnya apakah menerima siswa berwarganegaraan Asing?

  • Noer amelia

    Noeramelia@yahoo.com

    Surabaya

    Pada 14-Sep-2018


    Assalamualaikum...untuk biaya pendaftaran th 2019 belum ada y?apakah untuk masud sdit al hakim harus sudah lancar membaca???mohon infonya dan terima kasih

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi