Al Quran Jantung Umat Islam (2 - End)

Posted on: 12 July 2021

Rasulullah Saw. mengatakan meskipun kita infak emas dua bukit Uhud maka tidak bisa menyamai kemuliaan sahabat. Maka kita harus benci dan melaknat Syiah. Barusan mereka menembakan rudalnya ke Makkah, untungnya Saudi memiliki rudal penangkal.



Jadi wajar, kalu kita membenci Syiah karena jangankan kepada kita, kepada para sahabat dan istri nabi saja mereka memusuhi dan membenci.


Kita semua harus mendoakan dan shalat malam. Ibu-ibu juga harus pertajam berdoa. Sampaikan kepada seluruh jamaah Hidayatullah di seluruh nusantara untuk memberikan dukungan doa dan mengirim infaknya yang terbaik. Ibu-ibu juga harus terus menggalang infak untuk mengambil bagian meskipun hanya seribu dan sepuluh ribu, selain doa dan spirit.


Ini kesempatan yang terbaik, karena Allah tampakkan musuh Islam di depan mata dengan nyata. Kalau kemarin masih samar-samar yaitu orang Islam mencaci atau memusuhi saudaranya umat Islam sendiri. Kalau sekarang nampak, Allah memperlihatkan musuh. Saya yakin bahwa infak kita meskipun satu sen sangat berharga karena benar-benar untuk melawan musuh.


Sudah cukup musuh diperlihatkan, karena telah berani menyebut satu nama surat bahkan nomor ayatnya lagi. Ini betul betul serangan luar biasa dan betul betul kesempatan meluapkan kemarahan dengan berdoa dan berinfak dan barisan terpimpin.


Maka kita turunkan santri ke Lapangan Merdeka dengan persiapan matang agar terpimpin, teratur, tertib, beradab sesuai dengan syariat. Sehingga 10 orang dipimpin satu orang agar tidak kerkecoh atau tersusupi agar tidak terprovokasi.


Kita hanya ingin menyampaikan perlawanan meskipun hanya dengan ucapan dan doa, ibadah, infak. Sambil terus berharap Allah memberikan keberkahan sehingga musuh-musuh Islam terpeleset.


Presiden kita Pak Jokowi, itu yang kita yang pilih, meskipun ada yang memilih yang lain. Karena ada Yusuf Kalla di situ. Karena saya sudah kenal sejak kecil, orang tuanya paling dermawan, dekat ulama, suka membangun masjid, apresiasi dan dukungannya kepada Hidayatullah. Ibunya pengurus Aisyiah. Pernah juga diundang ke Istana dan mengatakan di tengah tengah tokoh ulama dan pejabat, “bahwa Hidayatulah bagus dakwahnya”. Ada perasaan senang, karena ada yang juga orang yang dengki dan mengatakan teroris kepada Hidayatullah.


Baca juga: Al Quran Jantung Umat Islam (1)


Aksi damai hari ini, ada saja pejabat yang mendatangkan pawang dan berdoa semoga hujan deras. Saya tadi malam berusaha untuk melawan doa tersebut dengan doa juga:


“Ya Allah jika hujan deras, maka jangan Engkau surutkan semangat para mujahid yang memperjuangkan agama-Mu ini. Tapi Engkau tahu rintihan kami dan keinginan kami, biarkan saja mendung supaya tidak terlalu panas di Jakarta dan Lapangan Merdeka”.


Seharusnya yang panggil ulama dan tokoh tokoh keamanan bukan pawang, apakah tidak berbahaya kalau hujan terus sehingga banjir besar dan itu musibah


Coba gimana kalau marah, bukan marah dengan merusak tanaman dan taman orang atau membakar gedung. Itu salah, bukan seperti itu tapi kita tata emosi. Kita dengan nafsul muthmainnah.


Insya Allah semua paham kenapa para ulama di MUI mengeluarkan fatwa tersebut dan kenapa kita menjadi tersadar dan membuka surat Al Maidah. Coba baca kalau memilih pemimpin kafir maka sama dengan mereka yaitu kafir.


Kemudian ayat berikutnya tentang orang orang yang ada penyakit hatinya dan yang mendukung juga sakit hatinya. Yang lebih dahsyat lagi, ayat berikutnya bahwa kemurtadan itu dalam konteks ayat ini dalam memilih pemimpin yang bukan Islam. Sebelumnya saya pahami biasa saja.


Allah menerangkan cara memilih pemimpin itu yang sholeh, shalat dan senantiasa shalat bersama umat atau berjamaah artinya senantiasa di tengah tengah umat.


Ini harus dipahamkan kepada umat. Umat islam kita masih bodoh karena belum memahami syariat. Kalau sudah paham tapi tidak ditaati artinya pembangkang. Tapi mengatakan bohong suatu ayat berarti kekafiran.


Baca juga: 4 Kesalahan Komunikasi Keluarga


Ini sekalian saya selipkan. Jadi kalau ibu-ibu mengimani surat An Nisa’ tentang poligami tapi menolak poligami, itu artinya pembangkangan atau dosa besar. Kalau mengatakan ayat tentang poligami itu bohong berarti kufur.


Ibu-ibu jangan sampai menolak dan mengkufuri ayat poligami. Apa ibu-ibu tidak takut nanti di akherat dikucilkan oleh majlis istri-istri nabi yang dipoligami.


Ini ayatnya jelas, ada dalil dan contohnya yaitu nabi dan para sahabat. Kalau rasa-rasa berat itu ada, tapi itu biasa, istri nabi juga ada rasa-rasa tapi mereka tidak pernah menolak. Masya Allah, Allah menikahkan atau mempoligamikan nabi dengan Zainab.


“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: ‘Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah,” sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap isterinya (menceraikannya). Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.” (QS. Al-Ahzab: 37)


Bayangkan Allah yang menikahkan atau mempoligamikan Nabi dengan Zainab. Makanya jangan ada unek-unek dalam hati untuk menolak dan mengkufuri ayat ayat Allah. Apalah artinya dunia ini, kesusahan atau kegelisahan hanya 60-70 tahun, setelah itu kan berlalu begitu saja.


Jadi harus terus terang, Ya Allah, saya belum mampu ya Allah. Jadi sampaikan ketidakmampuannya kepada Allah. Jangan (sampaikan) ke orang lain atau saya karena saya hanya menyampaikan ayat itu. Wallahu a’lam bish shawwab‎.


Oleh: KH Abdurrahman Muhammad - Pemimpin Umum Hidayatullah

Versi cetak


Berita Terkait


Visitors :5170857 Visitor
Hits :6599271 hits
Month :2613 Users
Today : 162 Users
Online : 8 Users






Sekolah Tahfidz


Sekolah Para Juara






Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • Soraya Pambudi

    anggada121212@gmail.com

    Surabaya Timur Pakuwon

    Pada 23-Aug-2019


    Assalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh. Mohon informasi pendaftaran sekolah untuk tahun ajaran 2020/2021. Mohon maaf apakah sekolah ini mempunyai program kelas internasional? Maksudnya apakah menerima siswa berwarganegaraan Asing?

  • Noer amelia

    Noeramelia@yahoo.com

    Surabaya

    Pada 14-Sep-2018


    Assalamualaikum...untuk biaya pendaftaran th 2019 belum ada y?apakah untuk masud sdit al hakim harus sudah lancar membaca???mohon infonya dan terima kasih

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi