My Journey With My Parents

Posted on: 6 February 2021

Kegiatan yang dilakukan siswa kelas IV SD Luqman Al Hakim Surabaya dalam “ My Journey With My Parents” adalah keterlibatan anak dalam pekerjaan orang tua baik di kantor seperti pegawai negeri, guru, dosen, dokter, karyawan, buruh, bidan, pegawai di perusahaan, dan pedagang.



Perkembangan digital yang begitu pesat di era globalisasi ini berpengaruh terhadap pola dan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk itu perlu disiapkan generasi yang memiliki pengetahuan luas yaitu memiliki kompetensi 4C: critical thinking/problem solving, comunication, colaboration, dan creatif. Disamping memberi bekal pengetahuan yang tidak kalah penting adalah membangun karakter dan adab sehingga kelak akan tumbuh menjadi generasi yang unggul kognitif dan perilakunya.


Di masa era digital ini karakter anak akan mudah tergerus oleh perkembangan teknologi karena dengan mudah mengakses semua informasi digital tanpa filter terlebih dahulu. Hal inilah yang menjadikan digital bagai dua sisi pisau yang akan berbahaya jika salah menggunakannya.


Berdasar hal tersebut maka perlu dilakukan kegiatan yang dapat membangun karakter sehingga kelak menjadi generasi yang unggul dan berakhlak mulia. Untuk membangun karakter diperlukan kolaborasi dengan orang tua sehingga ada sinkronisasi antara lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga.


Salah satu upaya untuk membangun karakter siswa SD Luqman Al Hakim Surabaya adalah mengadakan kegiatan yang melibatkan orang tua sehingga terbangun komunikasi, kedekatan, menghargai, menghormati, memahami dan empati di lingkungan keluarga dan masyarakat. Hal ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Wulandari, Y. dan Kristiawan, M. (2017) yang menyatakan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk membangun suskesnya karakter anak.


Kegiatan yang dilakukan siswa kelas IV SD Luqman Al Hakim Surabaya dalam “ My Journey With My Parents” adalah keterlibatan anak dalam pekerjaan orang tua baik di kantor seperti pegawai negeri, guru, dosen, dokter, karyawan, buruh, bidan, pegawai di perusahaan, dan pedagang. Dengan keterlibatan anak pada pekerjaan orang tua diharapkan anak mengetahui pekerjaan orang tua, terbangun karakter menghargai jasa orang tua, patuh dan tawadhu kepada orang tua, dan memiliki gambaran cita-citanya. Disamping itu untuk menumbuhkan kompetensi komunikasi dan kolaborasi dalam bergaul dengan orang lain.


Menurut Lickona (Prestine, A., Depict dan Suryani, E., 2015) menyebutkan bahwa pendidikan karakter dimulai dari pengenalan melalui kognitif, memberikan sentuhan penghayatan secara afektif dan menerapkan dalam kehidupan nyata.


Dari hal tersebut untuk mengapliaksi ilmu pengetahuan yang didapat di kelas perlu dilakukan tindakan nyata melalui kegiatan ikut terlibat dalam pekerjaan orang tua. Dalam membangun karakter anak diperlukan kolaborasi antara sekolah dan orang tua karena keterlibatan orang tua memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yance et al (2010) dan Marjonah (2014) yang menyatakan bahwa orang tua memiliki peran penitng dalam pembentukan karakter anak karena perilaku orang tua menjadi teladan bagi anak.


Kegiatan My Journey With My Parents siswa kelas IV SD Luqman Al Hakim Surabaya dilaksanakan pada hari Jumat, 5 Pebruari 2021 yang diikuti ± 110 siswa. Kegiatannya siswa ikut terlibat dalam pekerjaan orang tua di instansi kantor maupun usaha yang ditekuni dengan menggunakan seragam sekolah yang sudah ditentukan.


Selama terlibat dalam pekerjaan orang tua siswa mendapat tugas untuk mengamati aktivitas kerja dan lingkungan tempat orang tua bekerja. Dari hasil pengamatan siswa mendapat tugas untuk membuat laporan dan mempresentasikan di hadapan guru dan teman-teman sekelasnya. Selama keterlibatannya dalam pekerjaan orang tua ada dokumentasi berupa foto atau video wawancara selama bersama orang tua.


Hal ini selaras dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Narvaez (2008); Miller (2011); Sanderse(2013) yang menyatakan bahwa teori pembelajaran sosial pada subtansinya adalah untuk mempelajari perilaku kehidupan bermasyarakat adalah melalui pengamatan dan terlibat langsung dalam perilaku yang diamati di lingkungan sekitarnya.


Dari kegiatan yang dilakukan banyak hal yang didapat dalam membangun karakter anak yaitu:
1. Terlibat langsung dalam perilaku kerja orang tua, perilaku kerja orang di sekitarnya.
2. Memiliki sikap cara bergaul, berkomunikasi dalam membangun hubungan kerja dalam kehidupan bermasyarakat
3. Memiliki sikap dan perilaku cara menghormati dan menghargai orang lain dalam kehidupan bermasyarakat khusus dunia kerja orang tuanya.
4. Memilki sikap dan perilaku cara berkolaborasi dalam tim kerja
5. Memiliki rasa bangga kepada orang tua atas jasanya untuk keluarga
6. Memiliki impian untuk meraih cita-cita yang diinginkannya.
7. Memiliki motivasi untuk semakin rajin, semangat dalam belajar.
8. Mendapat pengalaman dalam mempresentasikan hasil pengamatannya


Dari uraian tersebut bahwasannya kegiatan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari akan lebih memudahkan siswa untuk mengapliaksikan pengetahuan yang selama ini di dapat di dalam kelas, dan melibatkan peran orang tua dalam membangun karakter anak akan lebih efektif.


Di sinilah tujuan pendidikan yang sebenarnya yaitu membangun karakter anak, berkolaborasi dengan orang tua dalam kegiatan sekolah dan inilah yang dilakukan oleh SD Luqman AL Hakim Surabaya. Kegiatan “My Journey With My Parents” adalah salah satu kegiatan yang menjadi program sekolah.


Oleh : Ust. Heri Murtomo, S.Pd - Pendidik di Sekolah Integrl Luqman Al Hakim Surabaya


Referensi:


Lickona T. (1994). Raising Good Children: Helping Your Child Through The Stage of Moral Development. United Stated: Bantam Books.


Marjohan (2014). Hubungan Keteladanan Orang Tua terhadap Perilaku Sosial Siswa”. Jurnal Ilmiah PPKn IKIP Veteran Semarang. 2 (1).


Miller PH. (2011). Theories of Developmental Psychology: Fifth Edition. New York: Worth Publishers.


Narvaez D. (2008). Human Flourishing and Moral Development: Cognitive and Neurobiological Perspectives of Virtue Development. Dalam Nucci LP, Narvaez D. Handbook of Moral and Character Education. New York (US): Routledge.


Pristine, A, Depict dan Suryani, Endang. (2015). Implementasi Pembentukan Karakter Budi Pekerti Di SMP Negeri 1 Tanggul Jember. Jurnal Pendidikan Karakter. Tahun V, Nomor 1. Thn. 2015. Hal. 82-89.


Sanderse W. (2013). The Meaning of Role Modelling in Moral and Character Education. Journal of Moral Education. 42(1): 28-42.


Wulandari, Y. Dan Kristiawan, M. (2017). Strategi Sekolag Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Siswa Dengan Memaksimalkan Peran Orang Tua. JMKSP Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan. Vol. 2. No.2. Des 2017. Hal 290-303.


Yancey AK, Grant D, Kurosky S, KravitzWirtz N, Mistry R. (2010). Role Modeling, Risk, and Resilience in California Adolescents”. Journal of Adolescent Health. 48: 36-43.

Versi cetak


Berita Terkait


Visitors :5192023 Visitor
Hits :6639750 hits
Month :2823 Users
Today : 147 Users
Online : 4 Users






Sekolah Tahfidz


Sekolah Para Juara






Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • Soraya Pambudi

    anggada121212@gmail.com

    Surabaya Timur Pakuwon

    Pada 23-Aug-2019


    Assalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh. Mohon informasi pendaftaran sekolah untuk tahun ajaran 2020/2021. Mohon maaf apakah sekolah ini mempunyai program kelas internasional? Maksudnya apakah menerima siswa berwarganegaraan Asing?

  • Noer amelia

    Noeramelia@yahoo.com

    Surabaya

    Pada 14-Sep-2018


    Assalamualaikum...untuk biaya pendaftaran th 2019 belum ada y?apakah untuk masud sdit al hakim harus sudah lancar membaca???mohon infonya dan terima kasih

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi