Pengobatan Herbal Ala Rasulullah Saw

Posted on: 2 November 2020

Pengobatan herbal dan ruqyah yang dicontohkan Rasulullah SAW tetapi yang masih jarang dilakukan oleh umat Islam diantaranya adalah pengobatan menggunakan garam, cuka buah, dan minyak Dzarirah.



Metode pengobatan yang dicontohkan dan dilakukan Rasulullah ﷺ tak jarang memanfaatkan tanaman maupun buah-buahan sebagai obat alamiah yang ada di sekitar beliau tinggal, baik itu berupa tumbuhan, hewan maupun mineral. Selain itu, Rasulullah ﷺ juga menggunakan obat Ilahiah, yakni dengan doa-doa, dzikir bacaan ayat al-Qur’an. Rasulullah ﷺ juga juga mengkombinasikan keduanya sebagai pengobatan.


Metode pengobatan Nabi ﷺ yang sering dipraktekan oleh umat Islam adalah dengan mengkombinasikan antara obat herbal dengan doa, dzikir maupun bacaan Al Quran. Misalnya adalah ruqyah menggunakan daun bidara. Bahan-bahan alami lain yang tercantum dalam hadits yang berguna untuk meruqyah penyakit secara spesifik masih jarang dilakukan oleh umat Islam. Misalnya adalah ruqyah menggunakan air ludah dan tanah. Berikut ini beberapa metode pengobatan yang dilakukan oleh Rasulullah Saw.


Minyak Dzarirah Menyembuhkan Bisul


Ibnu Sunni menyebutkan dalam kitabnya riwayat dari salah seorang istri Nabi ﷺ yang menceritakan, “Rasulullah ﷺ pernah menemuiku, saat itu di jariku tumbuh semacam bisul. Beliau bertanya, ‘Engkau punya minyak wangi dzarirah?’ Aku menjawab, “Punya.” Beliau berkata, “Bubuhkan di bisulmu itu, lalu ucapkan doa: Allahumma mushaghiral kabir, wa mukabbirash shagir, shagir maa biy (Ya Allah, Yang mengecilkan yang besar dan Yang membesarkan yang kecil, kecilkanlah bisul yang ada pada hamba).” (Riwayat Ibnu Sunni no. 640, diriwayatkan juga oleh Ahmad dan Hadits semisal ini shahih dikeluarkan An-Nasa’i).


Menurut Ibnul Qayyim minyak dzarirah memiliki sifat mematangkan (concoctive) materi busuk lalu mengeluarkannya, sehingga jerawat atau bisul menjadi dingin (reda). Beliau juga mengutip pendapat Ibnu Sina bahwa tidak ada yang diutamakan untuk menangani luka bakar selain minyak dzarirah yang dicampur dengan air mawar dan cuka buah. Dzarirah merupakan minyak yang diekstrak dari akar tanaman Acorus calamus atau disebut juga sweet flag. Dalam bahasa Indonesia dzarirah disebut jeringau dan banyak tumbuh liar di sawah juga rawa-rawa.



Air Garam Mengobati Sengatan Kalajengking


Dari Ali RA, “Ketika Rasulullah ﷺ shalat, saat sujud beliau disengat kalajengking di jarinya lalu beliau pergi sambil berkata: ‘Semoga Allah melaknat kalajengking yang tidak membedakan seorang nabi maupun yang lainnya.’ Selanjutnya, beliau dibawakan sebuah bejana berisi air dan garam lalu beliau mencampurkan air dan garam lalu membaca: qul huwallahu ahad dan al-mu’awidzatain sampai reda’.” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah no. 24019).


Ibnu Muflih menjelaskan dalam kitab al-Adab asy-Syar’iyyah terkait hadits ini bahwa terapi air garam dan ruqyah merupakan ramuan yang memadukan antara obat ilahi dan obat alami. Penulis aI-Qanun menegaskan, “Garam bisa digunakan dengan campuran bubuk biji linen (rami) untuk mengatasi sengatan kalajengking.” Adapun Ibnul Qayyim berpendapat bahwa unsur pengobatan alami dalam Hadits ini adalah garam memang berguna untuk menghadapi banyak jenis racun, terutama sekali sengatan kalajengking.


Garam memiliki energi penyedot dan pembersih sehingga bisa menghancurkan dan membersihkan racun. Karena, sengatan kalajengking mengandung unsur api, maka ia perlu didinginkan, disedot dan dikeluarkan. Di dalam Jurnal berjudul, Herbal Medicines Used in the Management of Scorpion Sting in Traditional Practices-A Review, diuraikan bahwa secara tradisional pasta umbi bawang putih dan garam biasa dioleskan pada luka sengatan kalajengking untuk mengurangi efek racunnya.



Cuka Buah Mengobati Herpes


Diriwayatkan oleh Al-Khallal bahwa Syifa binti Abdullah biasa melakukan ruqyah untuk mengatasi an-namlah itu di masa jahiliyah. Saat ia berhijrah menemui Nabi ﷺ sebelumnya, di Makah ia sudah berbaiat. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, dahulu di masa jahiliyah aku biasa melakukan ruqyah terhadap an-namlah. Dan sekarang aku ingin menyerahkan pengetahuanku ini kepadamu.”


Ia memberitahukan ilmunya itu kepada Rasulullah: ‘Bismillahi dhalt hatta ta’uwdu min afwaahuha, wa laa tadhuru ahadaan, Allahumma aksyifa alba’as rabbannaas. (Dengan nama Allah “dhalt”, sehingga keluar dari mulutnya tanpa membahayakan siapapun juga. Ya Allah, singkirkanlah kesulitan ini. Ya Rabb sekalian manusia).’” Ia melakukan ruqyah itu dengan sebuah kayu hingga tujuh kali, lalu mencari lokasi yang bersih dan menggosok-gosokkan kayu itu di atas batu dengan lumuran cuka asam (yang tua) lalu dilumurkan ke tubuh yang terkena penyakit an-namlah.” (Ath-Thibbun Nabawi – Ibnul Qayyim).


Dalam buku Avicenna’s Medicine: A New Translation of the 11-th Century Canon with the Practical Application for Integrative Health Care, dijelaskan yang dimaksud an-namlah adalah penyakit herpes.

Versi cetak


Berita Terkait


Visitors :3891323 Visitor
Hits :4609036 hits
Month :3041 Users
Today : 525 Users
Online : 50 Users




Sekolah Tahfidz


Sekolah Para Juara








Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • Soraya Pambudi

    anggada121212@gmail.com

    Surabaya Timur Pakuwon

    Pada 23-Aug-2019


    Assalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh. Mohon informasi pendaftaran sekolah untuk tahun ajaran 2020/2021. Mohon maaf apakah sekolah ini mempunyai program kelas internasional? Maksudnya apakah menerima siswa berwarganegaraan Asing?

  • Noer amelia

    Noeramelia@yahoo.com

    Surabaya

    Pada 14-Sep-2018


    Assalamualaikum...untuk biaya pendaftaran th 2019 belum ada y?apakah untuk masud sdit al hakim harus sudah lancar membaca???mohon infonya dan terima kasih

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi