Hidayatullah Surabaya Sambut Santri dengan Protokol Kesehatan Ketat

Posted on: 1 August 2020

Pemerintah Kota Surabaya mendukung Pesantren Hidayatullah Surabaya dalam menyambut kembalinya santri ke dalam asrama pondok dengan menegakkan protokol kesehatan secara ketat.



Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini melakukan diskusi bersama Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Surabaya, guna membahas rencana bakal kembalinya para santri ke lingkungan pesantren dengan menerapkan protokol kesehatan.


Risma mengatakan, seluruh orang, baik itu santri, tenaga pengajar, ustaz, petugas kebersihan dan petugas keamanan di lingkungan ponpes terlebih dahulu harus menjalani rapid test. “Jadi, nanti semuanya harus dirapid test dulu, semuanya tanpa terkecuali, kita sediakan gratis nanti, kita fasilitasi. Bahkan kalau perlu, orang tua santri yang mengantar ke pondok juga harus dites,” kata Wali Kota Risma di halaman Balai Kota Surabaya, Kamis (30/7/2020).


Ketika dari hasil rapid test ada yang dinyatakan reaktif, maka akan langsung diswab kemudian diisolasi terlebih dahulu. Sedangkan yang sudah dinyatakan sembuh akan dikembalikan ke ponpes. “Kalau imunnya kuat, mungkin tidak lama kok Ustaz isolasinya, nanti kami tes lagi. Nah, jika sudah negatif, kami akan kirim lagi ke njenengan (Anda),” ucapnya.


Dalam upaya mencegah munculnya kasus atau penularan baru, Risma menginstruksikan kepada pengurus pesantren untuk memperketat penerapan protokol kesehatan di jalan masuk dan keluarnya santri. Selain itu, ia juga menyampaikan agar di lingkungan pesantren juga turut memiliki fasilitas penunjang berjalannya protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan, bilik sterilisasi, dan rutin membersihkan area kamar mandi.


Risma menyatakan, pihaknya siap membantu ketersedian alat cuci tangan (wastafel) dan bilik sterilisasi di lingkungan pesantren. “Insya Allah nanti akan kami bantu lagi,” ungkapnya.



Terkait dengan jam efektif pembelajaran bagi para santri, Risma meminta untuk melakukan perubahan waktu. Artinya jam masuk sudah tidak boleh sama lagi dengan sebelum pandemi. Anjuran lainnya, seperti tidak diperbolehkan menggunakan AC di ruangan. Karena, hal itu menurut Risma bisa berpotensi menimbulkan penularan. “Jadi, tolong semua protokol kesehatan yang sudah disiapkan nanti diserahkan kepada kami, nanti akan ada tim yang evaluasi ke sana terkait persiapan protokol kesehatan ini,” tegasnya.


Pertemuan ini dilakukan, lantaran menurut Ketua Badan Pengurus Ponpes Hidayatullah Surabaya Syamsuddin, jumlah santri di ponpes pimpinannya mencapai 2.250 orang. Oleh karena itu, pertemuan yang dilakukan pihaknya ini untuk meminta saran dan masukan dari orang nomor satu di Kota Surabaya. “Jadi, kami meminta dukungan dari Bu Wali terkait santri yang boarding atau yang mondok ini, karena mereka itu terdiri dari SMP dan SMA serta mahasiswa,” kata Syamsuddin.


Setelah mendengarkan penjelasan dari Wali Kota Risma, ia bersama para pengurus pondok akhirnya bisa bernafas lega karena sudah mendapatkan izin untuk memulai aktivitas pembelajaran kembali. Bahkan, Wali Kota Risma juga sudah siap untuk memberikan fasilitas rapid test kepada semuanya, sehingga mereka semakin senang dan bersyukur. “Kami sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Bu Wali. Sebab, beliau sangat detail memahami situasi dan kondisi Surabaya dan sangat cepat melakukan respon terkait permasalahan-permasalahan di Surabaya,” kata dia.


Berdasarkan informasi, rencana pelaksanaan rapid test akan diselenggarakan secara bertahap, yaitu gelombang pertama rapid test bakal dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2020. Sedangkan untuk gelombang kedua tanggal 3 Agustus 2020 dan gelombang ketiga tanggal 16 Agustus 2020. “Pada tanggal 2 itu kemungkinan akan diikuti oleh sekitar 300 orang yang terdiri dari santri, semua guru dan pengurus pesantren, serta orang-orang yang beraktivitas di pesantren,” lanjutnya.


Kemudian tanggal 3 mungkin akan diikuti oleh 150 orang dan tanggal 16 mungkin 100 orang. Jadi, ini bertahap kembalinya ke pondok. Semoga lancar semuanya dan tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. *petisi.co


Sumber: https://petisi.co/ponpes-hidayatullah-segera-beroperasi-kembali-dengan-perketat-protokol-kesehatan/

Versi cetak


Berita Terkait


Visitors :3543265 Visitor
Hits :4077001 hits
Month :3529 Users
Today : 624 Users
Online : 26 Users


Sekolah Tahfidz


Sekolah Para Juara






Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • Soraya Pambudi

    anggada121212@gmail.com

    Surabaya Timur Pakuwon

    Pada 23-Aug-2019


    Assalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh. Mohon informasi pendaftaran sekolah untuk tahun ajaran 2020/2021. Mohon maaf apakah sekolah ini mempunyai program kelas internasional? Maksudnya apakah menerima siswa berwarganegaraan Asing?

  • Noer amelia

    Noeramelia@yahoo.com

    Surabaya

    Pada 14-Sep-2018


    Assalamualaikum...untuk biaya pendaftaran th 2019 belum ada y?apakah untuk masud sdit al hakim harus sudah lancar membaca???mohon infonya dan terima kasih

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi