Hikmah dan Panduan Syariat Qurban

Posted on: 30 July 2020


Sebentar lagi umat Islam seluruh dunia akan merayakan hari raya Idhul Adha. Tak terkecuali umat Islam di Indonesia. Meskipun tahun ini tidak ada jamaah haji dari Indonesia yang menunaikan ibadah ke lima ke rumah Allah Baitullah, insyaAllah ibadah Qurban masih bisa dilakukan di tanah air. Tetap bisa menebar kebaikan dan kemanfaatan bagi umat muslim lainnya.


Tujuan utama qurban adalah sesuai namanya, untuk bertaqarrub kepada Allah. Taqarrub adalah bentuk pendekatan kepada Allah dengan menggunakan media hewan qurban. Hari Raya Idul Adha adalah nama lain dari Hari Raya Qurban, hari di mana umat muslim berbagi kebahagiaan dengan daging qurban. Daging kurban diberikan kepada saudara, kerabat, orang tak mampu, dan lainnya.


Dalam hierarki golongan orang-orang bertakwa (muttaqin) golongan muqarrabin atau yang dekat dengan Allah adalah yang paling tinggi. Mulai dari para golongan manusia saleh (shalihin), orang-orang syahid (syuhada), yang baik-baik (abror), dan muqarrabin. Maka muncul sebuah ungkapan, hasanatul-abror sayyeatul-muqarrabin. Yang dipandang baik bagi golongan ‘abror’ adalah masih dipandang buruk bagi golongan muqarrabin.


Sarana Pendekatan Kepada Allah Swt


Berqurban adalah sarana menjadi muqarrabin. Dalam contoh nyata, Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk menyembelih anaknya pun tetap patuh (lebih lengkapnya, lihat Surah As-Shaffat ayat 101-111). Maka Ibrahim dan anaknya, Nabi Ismail, menjadi golongan muqarrabin. Karena kepatuhan dan ketundukan Ibrahim dan putranya sehingga menjadi teladan bagi kita semua, umat Nabi Muhammad. Tentu saja, syariat dimaksud adalah menegakkan esensi qurban dengan menyembelih jenis hewan yang telah ditetapkan dalam syariat.


Penyembelihan hewan qurban adalah simbol untuk menyembelih kerakusan, ketamakan, amarah, kebodohan, keangkuhan dan segala sifat tercela yang menempel pada jiwa-jiwa kita. Karena itu, Allah juga tidak akan butuh terhadap daging qurban pengorbanan kita, hewan-hewan yang disembelih tetap milik tuannya, minimal sepertiga. Diwajibkan berbagi sebagai wujud hilangnya rasa rakus dan tumbuhnya empati kepada sesama.


Dalam suasana hari raya Idul Qur’ban ini, maka memaknai esensi qurban sebagai wadah meraih kedekatan kepada Allah sekaligus untuk mendekatkan diri pada sesama. Bagi yang belum mampu menunaikan syariat qurban, setidaknya harus punya azam dan niat yang kuat agar pada tahun mendatang juga mampu berqurban. Sebab niat yang baik namun belum terlaksana sudah dicatat satu kebaikan. Namun jika benar-bemar terwujud akan dicatat sepuluh kali lipat. Itulah keutamaan umat Nabi Muhammad yang seharusnya jadi amalan utama.


Panduan Singkat Berqurban


Bagi yang ingin berqurban, panduan singkat berikut yang redaksi ambil dari situs hidayatullah.com bisa membantu untuk melaksanakannya:


1. Mengetahui Ketentuan Hewan yang Disembelih


Hewan yang disyariatkan untuk berqurban adalah hewan ternak seperti kambing, sapi dan unta. Selain itu, maka tidak bisa dijadikan qurban. Untuk kambing baru layak dijadikan qurban ketika berumut satu tahun dan memasuki tahun kedua. Sedangkan onta yang berumur empat tahun dan memasuki tahun kelima. Adapun sapi yang berumut dua tahun dan memasuki tahun ketiga.


Selain ketentuan tersebut, hewan yang diqurbankan harus sehat dan bebas dari cacat, misalnya: buta, pincang, pecah tanduknya, putus telinganya, sakit-sakitan dan kurus kering. Adapun yang paling utama dijadikan qurban adalah kambing gibas bertanduk, jantan, berwarna putih dan ada pola hitam menghiasai sekitar mata dan keempat kakinya.


Hal lain yang perlu diketahui terkait hewan qurban; boleh bersekutu (bergabung) menyembelih 1 ekor sapi untuk tujuh orang. Selain itu, satu kambing bisa diniatkan untuk seluruh anggota keluarga. Karena nabi sendiri pernah menyembelih kambing diniatkan untuk diri sendiri, keluarga dan umatnya.


2. Memahami Waktu Berqurban


Bagi yang hendak berqurban, terlebih dahulu harus memahawi kapan waktu yang disyariatkan. Dengan mengetahuinya, maka kualitas ibadah ini juga akan terjaga. Waktu berqurban adalah pada waktu dhuha, pasca pelaksanaan shalat Idul Adha. Selain itu, meski yang utama waktu sembelihan adalah tanggal 10 Dzulhijjah, namun waktunya bisa dimundurkan hingga hari tasyriq (11, 12 dan 13 Dzulhijjah).


3. Mengerti Larangan Bagi Orang yang Hendak Berqurban


Orang yang mau berqurban dilarang mencukut rambut dan memotong kuku. Sebagaimana sabdanya: “Jika kalian melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang kalian mau berkurban, maka tahanlah diri anda dari mencukur rambut, dan memotong kukunya.” (HR. Muslim)


4. Memahami Tata Cara Menyembelih


Di antara yang perlu diperhatikan saat menyembelih adalah: menyiapkan alat sembelihan yang tajam. Ini sesuai dengan petunjuk nabi: “Jika kalian menyembelih perelokkanlah sembelihan kamu, hendaklah kalian mengasah pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya.” (HR. Muslim). Setelah itu, hewan dihadapkan ke kiblat.


Mengenai penyembelihan, boleh dilakukan sendiri atau diwakilkan kepada orang lain. Sebagai catatan untuk penyembelih, tidak boleh diberi upah dari hewan yang disembelih sebagaimana keterangan dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu. Hanya saja, jika upahnya dikeluarkan dari dana lain selain qurban, maka dibolehkan.


5. Pembagian Hewan Qurban


Pembagian hewan qurban bisa dibagi tiga. Sepertiga untuk dimakan keluarga sendiri, sepertiga lagi untuk sedekah, dan sepertiga lagi untuk dihadiahkan kepada teman-teman atau sahabat.


Demikianlah lima panduan singkat dalam berqurban. Semoga, ibadah qurban di tahun ini diterima di sisi Allah, semakin meningkat setiap tahunnya dan menjadi pemberat amal kita di akhirat. *Dikutip dari berbagai sumber

Versi cetak


Berita Terkait


Visitors :3543163 Visitor
Hits :4076833 hits
Month :3528 Users
Today : 627 Users
Online : 18 Users


Sekolah Tahfidz


Sekolah Para Juara






Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • Soraya Pambudi

    anggada121212@gmail.com

    Surabaya Timur Pakuwon

    Pada 23-Aug-2019


    Assalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh. Mohon informasi pendaftaran sekolah untuk tahun ajaran 2020/2021. Mohon maaf apakah sekolah ini mempunyai program kelas internasional? Maksudnya apakah menerima siswa berwarganegaraan Asing?

  • Noer amelia

    Noeramelia@yahoo.com

    Surabaya

    Pada 14-Sep-2018


    Assalamualaikum...untuk biaya pendaftaran th 2019 belum ada y?apakah untuk masud sdit al hakim harus sudah lancar membaca???mohon infonya dan terima kasih

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi