Refleksi Ibadah Qurban

Posted on: 21 July 2021

Hari raya Idul Adha 1442 H ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Terutama di daerah Jawa dan Bali dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Salah satu aturannya adalah melarang kaum muslimin melaksanakan shalat Idul Adha di masjid maupun di lapangan.



Pemerintah khawatir ada kerumunan yang tidak bisa dikendalikan sehingga bisa memicu kluster baru covid-19. Apalagi tren penyebaran covid-19 varian delta sangat cepat dan mudah.


Satu sisi pemerintah tidak melarang kegiatan pemotongan hewan Qurban. Tentu dengan pengawasan yang ketat dengan protokoler kesehatan. Sehingga di beberapa titik RT, RW atau masjid dan mushola ada pemotongan hewan qurban.


Anak-anak yang paling banyak bergembira dan semangat menyaksikan kegiatan pemotongan hewan qurban. Dari beberapa hari sebelum hewan qurban disembelih, mereka sudah datang bergantian bermain-main dengan hewan qurban. Mungkin jarang ada penyembelihan kambing atau sapi dalam jumlah tertentu.


Penyembelihan hewan qurban di hari raya Idul adha adalah syariat Allah yang sunnah diamalkan oleh orang-orang beriman. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat al Kautsar “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah”.


Baca juga: Nasehat di Tengah Pandemi


Dalam hadits Mikhnaf bin Sulaim secara marfu’ berbunyi: “(wajib) atas penduduk setiap rumah pada tiap tahunnya untuk berqurban.” Rasulullah dalam hadist juga menyampaikan, “Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rezeki) dan dia tidak berqurban, maka janganlah ia dekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah).


Hadist ini bernada ancaman sebagai bentuk penekanan terhadap keseriusan perintah berqurban. Apa tidak takut, bagaimana perasaan kita, tidak boleh rumah Allah sebagai sebaik-baiknya rumah. Artinya kita diakui sebagai golongan umat Muhammad. Na’udzu billahi mindzalik


Makna dari berqurban bukan sekedar menyembelih hewan qurban dan bisa makan daging qurban. Tapi menapaktilasi pengorbanan Keluarga Nabiyullah Ibrahim yang diperintahkan Allah menyembelih putra tersayangnya Ismail kecil. Sebuah perintah luar biasa dari Allah tapi bisa dilaksanakan dengan ketaatan yang luar biasa dari Nabiyullah Ibrahim dan nabi Ismail kecil.


Sehingga pengorbanan menyembelih hewan qurban itu sangat kecil dan sederhana dibandingkan perintah Allah kepada Ibrahim dan Ismail. Tapi tidak semua orang kaya atau mampu secara harta, ada keterpanggilan untuk berqurban. Berqurban bukan karena dia kaya atau miskin tapi ketaatannya kepada Allah. Karena banyak tukang becak, penjual sayur kelontong, petugas kebersihan yang bisa berkorban setiap tahun.


Baca juga: Menasehati Bukan Mempermalukan


Karena hanya keterpanggilan iman yang bisa menggerakkan seseorang mau berqurban, sebagaimana ketaatan Ibrahim dan Ismael adalah tingkat keimanan yang sangat tinggi sehingga tidak ada keraguan, keengganan, penawaran sedikitpun untuk melaksanakan perintah Allah. Allah mengingatkan dalam surat al Hajj ayat 37 : “ Tidaklah daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai ridho Allah, tapi ketaqwaan dari kalianlah yang dapat mencapainya”.


Sehingga bukan daging dan darahnya yang Allah butuhkan dari berqurban tapi ketaqwaan, keikhasan, niat dan amal sholehnya yang dinilai oleh Allah. Meski berqurban juga mengandung dimensi sosial untuk berbagi daging kepada tetangga, saudara dan orang lain. Ada banyak cara untuk berqurban dengan mudah dan murah yaitu dengan menabung setiap bulan bersama teman-temannya. Sehingga setiap tahun tidak terasa bisa berqurban, tinggal terus meluruskan niat dan meningkatkan keikhlasan berqurban karena Allah.


Bagi yang belum bisa berqurban, jangan puas hanya mendapatkan daging qurban dari tetangga atau pembagian dari panitia. Jangan juga risau saat tidak mendapatkan daqing qurban dari tetangga atau panitia. Tapi, harus ada kegelisahan dan kerisauan dalam imannya, bagaimana caranya saya bisa berqurban untuk membuktikan ketaatan dan keimanan kepada Allah?


Oleh: Ust. Abdul Ghofar Hadi - Wasekjen DPP Hidayatullah

Versi cetak


Berita Terkait


Visitors :5170843 Visitor
Hits :6599224 hits
Month :2612 Users
Today : 160 Users
Online : 11 Users






Sekolah Tahfidz


Sekolah Para Juara






Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • Soraya Pambudi

    anggada121212@gmail.com

    Surabaya Timur Pakuwon

    Pada 23-Aug-2019


    Assalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh. Mohon informasi pendaftaran sekolah untuk tahun ajaran 2020/2021. Mohon maaf apakah sekolah ini mempunyai program kelas internasional? Maksudnya apakah menerima siswa berwarganegaraan Asing?

  • Noer amelia

    Noeramelia@yahoo.com

    Surabaya

    Pada 14-Sep-2018


    Assalamualaikum...untuk biaya pendaftaran th 2019 belum ada y?apakah untuk masud sdit al hakim harus sudah lancar membaca???mohon infonya dan terima kasih

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi