Hidayatullah Sikapi Sertifikasi Wawasan Kebangsaan Dai

Posted on: 11 June 2021

Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Nashirul Haq menanggapi rencana Kementerian Agama (Kemenag) yang akan melakukan sertifikasi wawasan kebangsaan bagi para dai dan penceramah.



Menurut dia, jika rencana tersebut hanya bertujuan untuk memberikan wawasan kebangsaan, maka cukup serahkan saja kepada ormas.


“Sebenarnya kalau sasarannya untuk pegawai Kemenag itu tidak masalah karena memang kewenangan pemerintah. Tapi kalau untuk swasta atau dai umum, kemudian ada yang berbasis ormas, ya diserahkan saja kepada masing-masing ormas,” ujar Kiai Nashirul saat dihubungi Republika.co.id, Jum’at (4/6).


Baca juga: Hearing Bareng Pemkot, STAIL Surabaya Siapkan Kerjasama Pendidikan


Dia mengatakan, di setiap ormas Islam justru sangat banyak tokoh yang memiliki wawasan kebangsaan lebih baik. Menurut dia, mereka nanti bisa memberikan wawasan kebangsaan, seperti membangun loyalitas kepada negara, kecintaan tanah air, dan memberikan pemahaman yang baik tentang Pancasila.


Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyampaikan keterangan terkait pelantikan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di gedung KPK, Jakarta, Selasa (1/6/2021). KPK resmi melantik 1.271 pegawai yang lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk menjadi ASN.



“Jadi, kita para dai, misalnya kami di Hidayatullah, memahami Pancasila itu tidak formalitas. Benar-benar kita kaji dari sisi historisnya, latarbelakangnya, dan lain-lain,” ucap Kiai Nashirul.


Selain itu, menurut dia, para dai Hidayatullah juga selalu menghubungkan lima sila dalam Pancasila dengan ajaran Islam. Namun, jika sampai diformalkan menjadi sertifikasi wawasan kebangsaan, ia justru khawatir terjadi kasus seperti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK ) para pegawai KPK.


Baca juga: BMH Terima Izin Perpanjangan LAZ Nasional


“Justru kita khawatir, nanti kalau ini diformalitaskan, itu nanti terjadi seperti kejadian yang di KPK. Malah ingin membenturkan antara Pancasila dan Alqur’an,” katanya.


Dia pun menegaskan bahwa wawasan kebangsaan para dai Hidayatullah tidak perlu diragukan lagi. Karena, menurut dia, mereka tidak pernah membenturkan antara kebangsaan dan keumatan.


“Itu satu kesatuan. Antara Pancasila dan ajaran Islam itu tidak pernah kita pertentangnan. Justru kita ingin mengisi Pancasila itu dengan nilai-nilai yang benar-benar diperjuangkan oleh founding father kita,” jelas Kiai Nashirul.

Versi cetak


Berita Terkait


Visitors :5143984 Visitor
Hits :6539269 hits
Month :2999 Users
Today : 132 Users
Online : 4 Users






Sekolah Tahfidz


Sekolah Para Juara






Hubungi Kami

Jl.Kejawan Putih Tambak VI/1 Surabaya, Telp. 031-5928587

Testimonials

  • Soraya Pambudi

    anggada121212@gmail.com

    Surabaya Timur Pakuwon

    Pada 23-Aug-2019


    Assalamualaikum warahamatullahi wabarakatuh. Mohon informasi pendaftaran sekolah untuk tahun ajaran 2020/2021. Mohon maaf apakah sekolah ini mempunyai program kelas internasional? Maksudnya apakah menerima siswa berwarganegaraan Asing?

  • Noer amelia

    Noeramelia@yahoo.com

    Surabaya

    Pada 14-Sep-2018


    Assalamualaikum...untuk biaya pendaftaran th 2019 belum ada y?apakah untuk masud sdit al hakim harus sudah lancar membaca???mohon infonya dan terima kasih

  • Aisya Adhila Hania Haq

    alhaq165@gmail.com

    Surabaya

    Pada 11-Feb-2017


    Sekolah di SD Integral Luqman Al-Hakim Memberikan saya kesan yang mendalam dalam menimba ilmu, ketulusan para ustadz dan ustadzah dalam mendampingi kami dalam interaksi dengan ilmu dan budaya ilmu sungguh membuat kami percaya bahwa SD Luqman Al-Hakim memang rujukan pendidikan dasar untuk generasi islam yang lebih berakhlaq dan berprestasi